Air gambut memiliki kandungan senyawa organik alami yang tinggi, khususnya
asam humat, yang menyebabkan warna pekat dan pH rendah. Karakteristik ini
membuat air gambut sulit diolah menggunakan metode konvensional dan rentan
menyebabkan penyumbatan (fouling) pada membran filtrasi standar. Penelitian ini
bertujuan merekayasa membran ultrafiltrasi berbasis Polisulfon (PSF) dengan
penambahan zat aditif bermuatan, yaitu Asam Poliakrilat (PAA) dan Kitosan
melalui metode blending (inversi fasa) untuk meningkatkan hidrofilisitas dan
kemampuan rejeksi polutan. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa penambahan
aditif secara konsisten menurunkan sudut kontak air (WCA), dengan variasi A4
mencatatkan WCA terendah sebesar 58,2°. Aplikasi membran variasi A4 pada air
gambut asli membuktikan penurunan kualitas fluks yang lebih tajam dibandingkan
air artifisial akibat polutan yang kompleks. Membran mampu menyisihkan asam
humat sebesar 90,6%, warna 87,2%, dan kekeruhan 81,4%. Meskipun kualitas
permeat belum memenuhi standar baku mutu air minum secara keseluruhan,
terutama pada parameter pH dan COD, permeat yang dihasilkan sangat layak
digunakan sebagai air bersih sekunder untuk keperluan non-konsumsi.
Perpustakaan Digital ITB