Kegiatan pertambangan nikel dengan sistem tambang terbuka menghasilkan air
limpasan yang membawa kromium heksavalen (Cr(VI)), logam berat yang bersifat
toksik dan tergolong karsinogenik, sehingga perlu disisihkan sebelum air dibuang ke
badan air penerima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik air
limpasan tambang nikel serta menentukan kondisi optimum penyisihan Cr(VI)
menggunakan ferro sulfat (FeSO?) dan aluminium sulfat (Al?(SO?)?). Sampel diambil
secara grab sampling dari inlet kolam pengendap salah satu perusahaan tambang nikel,
kemudian diolah dalam skala laboratorium melalui percobaan jar test dengan variasi
dosis bahan kimia, jenis basa sebagai sumber OH? (NaOH dan Na?CO?), waktu kontak,
serta ada tidaknya pre-treatment berupa sedimentasi alami selama 60 menit. Hasil
karakterisasi awal menunjukkan air limpasan memiliki pH 7,8 dengan kadar Cr(VI)
1,56 mg/L dan krom total 1,969 mg/L, keduanya melampaui baku mutu Permen LH
No. 9 Tahun 2006. FeSO? memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan Al?(SO?)?,
dengan penyisihan Cr(VI) mencapai 91,99% pada dosis optimum 28 mg/L dan
meningkat secara monoton seiring kenaikan dosis, sedangkan Al?(SO?)? hanya
mencapai 78,33% dan mengalami stagnansi pada dosis di atas 24 mg/L. Pola tersebut
diperkuat oleh hasil analisis FTIR yang memperlihatkan pita Cr–O pada bilangan
gelombang 940 cm?¹, sehingga FeSO? diindikasikan bekerja melalui mekanisme
reduksi–presipitasi membentuk Cr(OH)?, sementara Al?(SO?)? bekerja melalui adsorpsi
kromat pada permukaan flok Al(OH)? tanpa mengubah bilangan oksidasi kromium.
Kinetika penyisihan paling sesuai dengan model pseudo-orde-satu (k? = 0,0420
menit?¹; R² = 0,9995) dengan waktu paruh 16,5 menit dan waktu kontak optimum 60
menit. Penambahan OH? meningkatkan penyisihan menjadi 94,0% (NaOH) dan 93,2%
(Na?CO?) dengan konsekuensi kenaikan massa lumpur berturut-turut sebesar 30% dan
13% terhadap kontrol, dan hanya perlakuan NaOH yang mampu memenuhi baku mutu
0,1 mg/L. Pengolahan tanpa pre-treatment justru memberikan efisiensi lebih tinggi
(83,83%) dan konsumsi reagen lebih hemat (29,2 mg FeSO?/mg Cr(VI)) dibandingkan
iv
dengan pre-treatment (72,02%; 43,3 mg/mg), karena partikel mineral tersuspensi
berperan sebagai situs adsorpsi alami sekaligus katalis permukaan bagi reaksi reduksi
Cr(VI) oleh Fe(II).
Perpustakaan Digital ITB