digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Kota Jakarta Barat merupakan salah satu wilayah di DKI Jakarta dengan aktivitas transportasi dan industri yang signifikan. Studi ini membahas terkait distribusi ion pada PM2,5 dan identifikasi sumber potensial di Kota Jakarta Barat. Pengambilan sampel dilakukan pada musim penghujan pada periode 21 Februari 2025 – 31 Mei 2025 sebanyak 34 sampel. Pada studi ini, digunakan SuperSASS Speciation Sampler dan filter teflon untuk menangkap PM2,5 di udara ambien. Sampel selanjutnya diekstraksi dan dianalisis menggunakan Ion Chromatography (IC) untuk mengidentifikasi konsentrasi dari 9 jenis ion dalam PM2,5. Potensi pembentukan aerosol sekunder anorganik (Secondary Inorganic Aerosol/SIA) berupa garam amonium dilakukan dengan analisis ion balance. Selain itu, dilakukan identifikasi sumber potensial dari ion di Kota Jakarta Barat dengan analisis statistik Principal Component Analysis (PCA). Konsentrasi rata-rata PM2,5 di Kota Jakarta Barat adalah 34,245±12,762 µg/m3 . Distribusi komposisi ion pada PM2,5 terdiri dari ion sulfat (SO4 2- ), nitrat (NO3 - ), fluorida (F- ), klorida (Cl- ), amonium (NH4 + ), kalium (K+ ), natrium (Na+ ), magnesium (Mg2+), dan kalsium (Ca2+) dengan kontribusi total terhadap konsentrasi PM2,5 sebesar 19,46% yang didominasi oleh ion SO4 2- , Ca2 + , dan K+ . Ion balance ratio (AE/CE) sebesar 0,426 mengindikasikan dominasi kation dalam PM2,5 yang mendorong pembentukan aerosol sekunder anorganik, terutama amonium bisulfat (NH4HSO4). Dengan menggunakan metode PCA, didapatkan sumber potensial dari pencemaran ion di Kota Jakarta Barat berasal dari resuspensi debu atau material tanah, pembentukan aerosol sekunder dari transportasi, pembakaran batubara dan pembakaran biomassa, serta aktivitas domestik.