Kota Jakarta Barat merupakan salah satu wilayah di DKI Jakarta dengan aktivitas
transportasi dan industri yang signifikan. Studi ini membahas terkait distribusi ion
pada PM2,5 dan identifikasi sumber potensial di Kota Jakarta Barat. Pengambilan
sampel dilakukan pada musim penghujan pada periode 21 Februari 2025 – 31 Mei
2025 sebanyak 34 sampel. Pada studi ini, digunakan SuperSASS Speciation
Sampler dan filter teflon untuk menangkap PM2,5 di udara ambien. Sampel
selanjutnya diekstraksi dan dianalisis menggunakan Ion Chromatography (IC)
untuk mengidentifikasi konsentrasi dari 9 jenis ion dalam PM2,5. Potensi
pembentukan aerosol sekunder anorganik (Secondary Inorganic Aerosol/SIA)
berupa garam amonium dilakukan dengan analisis ion balance. Selain itu,
dilakukan identifikasi sumber potensial dari ion di Kota Jakarta Barat dengan
analisis statistik Principal Component Analysis (PCA). Konsentrasi rata-rata PM2,5
di Kota Jakarta Barat adalah 34,245±12,762 µg/m3
. Distribusi komposisi ion pada
PM2,5 terdiri dari ion sulfat (SO4
2-
), nitrat (NO3
-
), fluorida (F-
), klorida (Cl-
),
amonium (NH4
+
), kalium (K+
), natrium (Na+
), magnesium (Mg2+), dan kalsium
(Ca2+) dengan kontribusi total terhadap konsentrasi PM2,5 sebesar 19,46% yang
didominasi oleh ion SO4
2-
, Ca2
+
, dan K+
. Ion balance ratio (AE/CE) sebesar 0,426
mengindikasikan dominasi kation dalam PM2,5 yang mendorong pembentukan
aerosol sekunder anorganik, terutama amonium bisulfat (NH4HSO4). Dengan
menggunakan metode PCA, didapatkan sumber potensial dari pencemaran ion di
Kota Jakarta Barat berasal dari resuspensi debu atau material tanah, pembentukan
aerosol sekunder dari transportasi, pembakaran batubara dan pembakaran
biomassa, serta aktivitas domestik.
Perpustakaan Digital ITB