Rangkong (Famili Bucerotidae) merupakan kelompok burung frugivora yang
berperan penting sebagai penyebar biji di hutan tropis, namun populasinya terus
mengalami penurunan akibat hilangnya habitat, fragmentasi hutan, dan gangguan
antropogenik. Informasi mengenai distribusi spasial dan kesesuaian habitat
rangkong diperlukan sebagai dasar dalam penyusunan strategi konservasi,
khususnya di Resor Gurah, Taman Nasional Gunung Leuser. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik habitat perjumpaan rangkong,
menentukan variabel lingkungan yang berkontribusi besar dalam pemodelan
MaxEnt, serta menentukan potensi habitat prioritas melalui integrasi hasil
pemodelan MaxEnt dengan Kernel Density Estimation (KDE). Data kehadiran
diperoleh melalui survei lapangan, kemudian dipadukan dengan berbagai variabel
lingkungan yang telah melalui uji korelasi Pearson dan Variance Inflation Factor
(VIF). Pemodelan dilakukan menggunakan MaxEnt dengan model 5-fold
cross-validation sebagai model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
karakteristik habitat didominasi oleh hutan dengan tutupan tajuk rapat, topografi
landai hingga sedang, serta lokasi yang berdekatan dengan kawasan hutan dan
sungai. Model MaxEnt menunjukkan performa yang sangat baik dengan nilai
AUC sebesar 0,991 ± 0,003. Variabel yang paling berpengaruh terhadap
kesesuaian habitat adalah jarak terhadap hutan (49,6%), diikuti jarak terhadap
sungai (16,1%), kemiringan lereng (14,9%), dan elevasi (12,4%), sedangkan
NDVI, tinggi tegakan, dan tutupan lahan memberikan kontribusi yang lebih
rendah. Integrasi peta kesesuaian habitat dan KDE melalui weighted overlay
menghasilkan habitat prioritas konservasi seluas 1,65% dari wilayah penelitian.
Selain mengidentifikasi habitat prioritas yang telah dimanfaatkan rangkong,
model juga menunjukkan beberapa kawasan potensial yang belum memiliki data
perjumpaan sehingga dapat dipertimbangkan untuk upaya konservasi lanjutan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif antara survei
lapangan, pemodelan distribusi spesies, dan analisis spasial mampu memberikan
dasar ilmiah dalam penentuan prioritas konservasi serta mendukung pengelolaan
habitat rangkong di Resor Gurah.
Perpustakaan Digital ITB