DAFTAR PUSTAKA FARAH SANIYA ZAHRA
EMBARGO  2029-08-07 
EMBARGO  2029-08-07 
Perubahan iklim mendorong berbagai upaya untuk mengurangi dampak sektor bangunan terhadap lingkungan, salah satunya melalui pengembangan green building. Di Indonesia, green building telah berkembang selama kurang lebih 18 tahun melalui berbagai pendekatan, yaitu Greenship yang dikembangkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI), Bangunan Gedung Hijau (BGH) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (sekarang Kementerian PU), serta berbagai praktik green building lainnya seperti Arsitektur Nusantara. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa green building tidak berkembang melalui satu jalur yang sama, melainkan melalui berbagai aktor, institusi, dan mekanisme yang membentuk suatu ekosistem. Meskipun demikian, penelitian terdahulu umumnya masih mengkaji green building secara terpisah, sehingga pemahaman mengenai perkembangan berbagai pendekatan tersebut sebagai suatu ekosistem masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan ekosistem green building di Indonesia dalam merespons isu perubahan iklim, memahami dinamika perkembangannya, serta mengkaji implikasinya terhadap arah perkembangan green building dan peran arsitek.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi kasus yang berfokus pada perkembangan ekosistem green building di Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan yang terkait, observasi, dan analisis dokumen. Selanjutnya, data digambarkan dan dianalisis secara sistematis menggunakan kerangka Multi-Level Perspective (MLP) untuk memahami hubungan antara aktor, institusi, regulasi, dan berbagai pendekatan green building. Kerangka ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana berbagai pendekatan tersebut berkembang, memperoleh legitimasi, serta membentuk dinamika dalam ekosistemnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan green building di Indonesia berlangsung melalui tiga pendekatan utama yang berkembang secara paralel dengan dasar legitimasi, mekanisme, dan cara kerja yang berbeda. Dinamika tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh aspek sosial, kelembagaan, dan politik yang membentuk arah perkembangan green building. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberagaman pendekatan merupakan bagian dari proses
pembelajaran dalam merespons perubahan iklim. Dalam konteks tersebut, arsitek berperan sebagai aktor yang mendorong transformasi nilai, memperluas ruang pembelajaran, dan membangun hubungan di antara berbagai pendekatan green building. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian green building dengan memandangnya sebagai suatu ekosistem yang berkembang melalui interaksi berbagai aktor, institusi, dan praktik dalam merespons perubahan iklim.
Perpustakaan Digital ITB