Fermentasi pascapanen merupakan salah satu tahapan yang berperan
dalam pembentukan karakter bahan kopi, tetapi dinamika prosesnya dapat
dipengaruhi oleh jenis pengolahan, mikrobiota alami, kondisi bahan, waktu, dan
lingkungan fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika
pH, padatan terlarut (°Brix), suhu, kemunculan gelembung, dan deskriptor aroma
bahan kopi Arabika Pangalengan selama fase awal proses
washed
dan
natural
dengan penambahan beberapa kultur starter. Perlakuan yang tercatat meliputi unit
berkode kontrol,
Pichia
sp.,
Saccharomyces
sp.,
Kluyveromyces
sp., serta
kombinasi khamir tertentu dengan
L
.
plantarum
. Pengamatan dilakukan pada 0,
15, 21, dan 39 jam dalam tujuh batch. Data dianalisis secara deskriptif dengan
memisahkan proses
washed
dan
natural
serta memprioritaskan perbandingan
antara unit perlakuan dan kontrol dalam batch yang sama. Pada proses
washed
,
pH umumnya menurun hingga sekitar 4,27
–
4,30 pada 15 jam, sedangkan nilai
°Brix tetap rendah. Pada proses
natural
, °Brix umumnya menurun dari sekitar
6,2
–
10,0 menjadi 2,0
–
4,5 pada 39 jam, dengan pH akhir sebagian besar berada
pada kisaran 3,8
–
4,1. Suhu cenderung meningkat pada 15
–
21 jam, sedangkan
kemunculan gelembung bervariasi antarunit dan waktu. Deskriptor aroma berubah
selama fermentasi dan mencakup karakter manis, buah,
floral
, vegetal, tape,
alkohol,
winey
,
citrus
, pisang, melon, kombucha, asam, apek, dan sulfur.
Deskriptor yang sama atau serupa sering tercatat pada kontrol dan unit perlakuan
dalam batch yang sama, yang menunjukkan kuatnya variasi menurut batch dan
waktu. Kontribusi spesifik kultur starter belum dapat dipisahkan secara
meyakinkan dari pengaruh mikrobiota alami, kondisi bahan, metode sampling,
dan kondisi proses karena susunan perlakuan tidak seimbang, jenis starter terikat
pada batch tertentu, serta informasi dosis dan viabilitas inokulum tidak lengkap.
Dengan demikian, penelitian ini memberikan dokumentasi eksploratif mengenai
dinamika awal fermentasi kopi Arabika Pangalengan, tetapi tidak menentukan
starter terbaik ataupun mutu seduhan kopi.
Perpustakaan Digital ITB