Liminalitas merupakan kondisi di antara dua identitas dengan sifatnya yangcair, ambigu, dan sarat potensi transformatif. Tugas Akhir “Di Antara: Ekspresi
Liminalitas melalui Seni Lukis” memiliki tujuan untuk mengekspresikan karakter
dari liminalitas tersebut melalui seni lukis. Permasalahan yang dikaji ialahcaramengolah bentuk elemen visual agar sejalan dengan konsep liminalitas sebagai
identitasnya tersendiri beserta bobot eksistensialnya yang layak direnungkan. Metode penciptaan berupa pengamatan langsung, eksplorasi visual, studi pustaka, eksperimen teknik, dan refleksi berkala selama proses berkarya. Teori yangdigunakan sebagai landasan meliputi teori seni sebagai ekspresi Julian Bell danLeo Tolstoy, teori imaji dan abstraksi Wassily Kandinsky, teori liminalitas Victor
Turner, serta teori sensasi Gilles Deleuze. Subject matter yang berupa dagingmengalami proses abstraksi melalui deformasi bentuk; digabungkan dengantransformasi warna dan dimensi ruang, serta penumpukan imaji, untuk kemudianmenghadirkan kualitas visual likuiditas, ambiguitas, dan perubahan. Perwujudannya ialah enam karya seni lukis abstrak yang menghadirkanliminalitas sebagai ruang kontemplatif, dengan format karya dan keberlanjutanlukisan sebagai strategi visual untuk menegaskan identitas yang senantiasa beradadalam proses "menjadi" dan terbuka terhadap kemungkinan.
Perpustakaan Digital ITB