Ranjau peledak merupakan ancaman terbesar kepada kendaraan militer di medan tempur. Improvised Explosion Device or IEDs merupakan tipe ranjau yang paling sering digunakan pada daerah perang. Ranjau jenis ini biasanya digunakan untuk menyerang kendaraan militer saat di jalan. Kenyataanny pada medan perang, ranjau seringkali mencederai bukan hanya personil militer melainkan banyak korban dari warga sipil, personil palang merah dan pekerja perdamaian. Dalam wilayah perang struktur pelindung ledak merupakan suatu kebutuhan mendesak untuk melindungi penumpang kendaraan dari ledakan ranjau. Oleh karena itu beberapa tipe struktur pelindung ledak telah dikembangkan untuk meminimalkan cedera terhadap penumpang. Kasus yang sering terjadi adalah saat ranjau meledak pada bagian bawah kendaraan dan mengenai bagian kompartemen penumpang. Energi ledak dari ranjau akan diserap oleh struktur kemdaraan dalam bentuk deformasi. Semakin banyak energi yang dapat diserap oleh struktur kendaraan semakin besar peluang untuk meminimalkan resiko cedera penumpang. Ide untuk kasus ini adalah dengan memasang struktur tambahan pada bagian bawah kendaraan sebagai penahan ledakan. Untuk kasus ini material auxetic memiliki potensi yang bagus untuk digunakan sebagai struktur penyerap energi. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan performa struktur penahan ledak V-shaped yang telah dikembangkan dengan menggunakan struktur auxetic re-entrant honeycomb sebagai inti dengan mengoptimalkan konfigurasi struktur auxetic. Optimasi yang dilakukan pada konfigurasi geometri yaitu panjang celah (L2), tinggi (H), sudut auxetic (?) dan ketebalan auxetic (t). Tujuan dari optimasi ini adalah untuk meminimalkan deformasi pada lantai kendaraan dan meningkatkan energi serap spesifik (specific energy absorption) dari struktur pelindung. Proses optimasi ini menggunakan jaringan saraf tiruan, algoritma genetik dan metode TOPSIS. Dari hasil optimasi dengan konfigurasi auxetic yang baru menghasilkan deformasi yang lebih rendah 12.5% pada lantai dan menaingkat energi serap spesifik senilai 5.6%
Perpustakaan Digital ITB