ABSTRAK Revian Syam Arifin
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Revian Syam Arifin
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Revian Syam Arifin
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Revian Syam Arifin
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Revian Syam Arifin
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Revian Syam Arifin
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Revian Syam Arifin
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA Revian Syam Arifin
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Polimer Komposit Pengingat Bentuk (Shape Memory Polymer Composites/SMPC) adalah material adaptif yang memiliki efek pengingat bentuk, yaitu kemampuan untuk kembali ke bentuk asalnya setelah mengalami deformasi ketika dipanaskan. Material ini memiliki potensi penerapan pada struktur aeronautika yang dapat dilipat atau dideploy, seperti engsel pintar. Penelitian ini mengatasi tantangan proses manufaktur yang disebabkan oleh waktu gelasi yang singkat (~3 menit) pada SMP berbasis poliuretan (MP5510 dari SMP Technologies) dengan mengoptimalkan proses Vacuum Assisted Resin Infusion (VARI), sehingga impregnasi serat karbon dapat tercapai sepenuhnya dalam waktu 2 menit. Penambahan penguat serat karbon secara signifikan meningkatkan performa material, dengan kenaikan modulus simpan sebesar 201% (dari 0.97 GPa menjadi 2.91 GPa) dan kenaikan suhu transisi gelas (????????) sebesar 34,8% (dari 65.2 °C menjadi 87.91 °C) akibat pembatasan mobilitas rantai polimer oleh serat. Kondisi pendinginan saat proses pemrograman terbukti berpengaruh kuat terhadap perilaku aktuasi; engsel yang didinginkan secara alami mencapai rasio fiksasi bentuk lebih tinggi (97.22% vs. 94.44%) dan waktu pemulihan lebih cepat (90 detik vs. 120 detik) dibandingkan yang didinginkan dengan perendaman air pada proses deploy pertama, yang dikaitkan dengan penurunan suhu yang lebih merata sehingga mempertahankan kekakuan dan meminimalkan gradien tegangan internal. Namun, setelah tiga kali siklus pemrograman–deploy, engsel yang didinginkan dengan air menunjukkan kinerja yang lebih konsisten, sedangkan engsel yang didinginkan secara alami menunjukkan variasi performa. Kedua metode tetap mempertahankan rasio pemulihan bentuk sebesar 100%, yang menegaskan kemampuan material untuk pulih sepenuhnya tanpa dipengaruhi oleh metode pendinginan.
Perpustakaan Digital ITB