Kedalaman fluida dinamis (DFL) merupakan salah satu parameter dalam menentukan kedalaman pompa. Kedalaman pompa dipengaruhi oleh kedalaman fluida dinamis karena kedalaman pompa harus berada di bawah kedalaman fluida. Kesalahan dalam penempatan kedalaman pompa dapat menyebabkan selain turunnya jumlah produksi tapi juga backpressure yang menyebabkan fluida tidak dapat mengalir ke permukaan. Untuk memperoleh kedalaman pompa yang optimum, kedalaman fluida harus diperoleh terlebih dahulu. Dan untuk melakukan hal tersebut, jumlah pump stages, pump speed serta tekanan kepala sumur juga merupakan variabel penting yang harus dipertimbangkan. Selanjutnya, inflow performance relationship di masa mendatang harus pula diramalkan oleh karena turunnya tekanan reservoir yang akan mengubah kedalaman pompa optimum yang telah ditentukan sebelumnya. Peramalan dibutuhkankan untuk mengetahui apakah perlu atau tidak mengganti kedalaman pompa.
Studi akhir ini berfokus pada analisis pengaruh perubahan jumlah pump stages, pump speed dan tekanan kepala sumur terhadap kedalaman pompa electric submersible pump (ESP). Dengan membuat kurva inflow performance relationship, hubungan antara tekanan alir sumur dengan besarnya laju alir produksi dapat diperkirakan. Setelah menentukan kedalaman fluida dinamis yang optimum menggunakan persamaan, tekanan alir sumur diperoleh dari kurva IPR untuk menempatkan kedalaman pompa dengan melakukan sensitivity analysis pada tekanan kepala sumur, pump stages dan pump speed.
Perpustakaan Digital ITB