digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Batuk kronis merupakan beban kesehatan masyarakat global yang sering muncul sebagai manifestasi peradangan saluran napas yang melibatkan tiga mekanisme saling terkait: pensinyalan inflamasi, hipersensitivitas saraf pemicu batuk (tusif), dan hipersekresi mukus. Terapi yang tersedia saat ini hanya menangani mekanisme-mekanisme tersebut secara parsial, sehingga diperlukan agen yang mampu bekerja pada berbagai aspek kondisi tersebut secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi konstituen oleoresin jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) sebagai agen multitarget melalui penambatan molekuler dan simulasi dinamika molekuler. Ligan diperoleh dari analisis kromatografi gas-spektrometri massa oleoresinjahe merah, sedangkan tiga protein target dipilih dari RCSB Protein Data Bank yang mewakili aktivitas anti-inflamasi, antitusif, dan ekspektoran, yaitu interleukin-I beta (IL-1?, ID PDB 6Y8I), soluble guanylyl cyclase (sGC, ID PDB 4NI2), dan reseptor N-metil-D-aspartat 3A (NMDAR3A, ID PDB 2RC7). Penambatan molekuler dilakukan menggunakan PyRx dengan Algoritma Lamarckian Genetic, serta menggunakan donepezil, ambroxol, dan dekstrometorfan sebagai kontrol positif. Validasi protokol melalui penambatan ulang ligan alami menghasilkan nilai root mean square deviation (RMSD) masing-masing sebesar 1,846 A, 1,262 A, dan 0,375 A untuk 6Y8I, 4NI2, dan 2RC7; semuanya berada di bawah ambang batas 2 A. Tiga senyawa secara konsisten menempati peringkat sepuluh besar dalam hal energi ikatan pada semua target dan diidentifikasi sebagai kandidat multitarget: beta eudesmol, alpha copaene, dan beta funebrene; ketiganya memenuhi kriteria evaluasi ADMET. Beta eudesmol dipilih untuk simulasi dinamika molekuler menggunakan GROMACS dengan medan gaya CHARMM36 dan model air TIP3P pada suhu 310 K selama 50 ns. Simulasi menunjukkan bahwa kompleks IL-1?–beta eudesmol tetap stabil dengan nilai RMSD di bawah 0,4 nm dan mencapai kesetimbangan lebih cepat dibandingkan sistem IL-1? lainnya, sedangkan stabilitas sistem NMDAR3A dan sGC tidak dapat ditentukan secara konklusif dan memerlukan verifikasi lebih lanjut. Temuan ini menunjukkan bahwa beta-eudesmol memiliki potensi sebagai kandidat multitarget