Abstrak - MUHAMMAD SHAFA SAUDITYA
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) membutuhkan operasi gudang barang jadi
yang cepat, konsisten, dan akurat untuk mendukung jaringan distribusi berkecepatan tinggi.
Namun, sistem gudang konvensional masih bergantung pada proses semi-manual pada tahap
stocking dan picking, yang memicu keterlambatan, antrean tinggi, penumpukan barang yang
melebihi batas ideal, tingginya potensi human error pada penghitungan jumlah barang, serta
masalah mistracking akibat pemindahan barang ke area penempatan sementara yang tidak
tercatat di sistem. Selain itu, terdapat ketidaksinkronan data secara real-time antara basis data
gudang lokal dan pusat data akibat pembaruan yang masih manual. Sebagai respons terhadap
permasalahan tersebut, sistem beralih menuju konsep Smart Warehouse yang memadukan
robotika bergerak otonom, pemantauan nirkabel, dan Warehouse Management System (WMS)
terintegrasi. Akan tetapi, penskalaan robot bergerak pada sebuah grid bersama yang aktif
memunculkan persoalan yang tidak ada pada penerapan robot tunggal, yaitu sinkronisasi
keadaan (state) antara sistem penglihatan dan basis data, resolusi konflik yang deterministik,
koordinasi pesanan yang asinkronus, serta pemeliharaan gambaran armada yang seragam
secara global dengan latensi rendah. Seluruh tanggung jawab tersebut berada pada pengendali
armada (fleet controller), yaitu komponen terpusat yang menjembatani permintaan pesanan
dari WMS dan pergerakan fisik armada robot. Tugas akhir ini membahas perancangan
dan implementasi sebuah pengendali armada terpusat berbasis protokol MQTT untuk
mengoordinasikan dua Automated Guided Vehicle (AGV) pada sebuah Sistem Manajemen
Gudang.
Secara fungsional, pengendali armada bertugas menerima kejadian pesanan (order event) dari
WMS, mengubahnya menjadi Job yang dapat dialamatkan, merencanakan jalur pada peta
grid terkini, mengirimkan langkah gerak ke AGV yang tepat melalui MQTT, serta melacak
setiap acknowledgement langkah hingga tuntas. Dari sisi antarmuka, sistem ini menerima
snapshot peta grid berbasis AprilTag dari kamera atas melalui topik /local, kejadian pesanan
pick atau store dari backend WMS melalui topik /order, serta acknowledgement status dan
telemetri dari tiap AGV, dan menghasilkan luaran berupa satu perintah gerak per pesan yang
dialamatkan ke AGV tertentu melalui topik /job, pembaruan transisi status pesanan ke WMS,
serta pemaparan keadaan armada melalui antarmuka HTTP. Dari sisi perilaku, pengendali
armada diimplementasikan sebagai sebuah proses tunggal berbahasa Go yang terdiri atas empat
komponen paralel, yaitu MapStore yang menyimpan peta grid terbaru, Order Handler yang
menerjemahkan pesanan menjadi Job, JobExecutor per robot yang mengeksekusi Job secara
paralel tanpa penjadwal global, dan Conflict Detector yang menyelesaikan konflik melalui tabel
prioritas. Lokalisasi didelegasikan sepenuhnya kepada sebuah kamera atas yang menerbitkan
snapshot grid berbasis AprilTag pada topik /local dan diperlakukan sebagai satu-satunya
sumber kebenaran (single source of truth), sehingga menghilangkan kesalahan laporan posisi
oleh robot oleh robot.
Pesanan dari WMS diubah menjadi Job dan diselesaikan oleh sebuah perencana jalur
Breadth-First Search (BFS) yang menerapkan aturan masuk satu arah pada rak dan sel dok serta
memetakan setiap langkah ke gerak dasar firmware. Setiap eksekutor per robot memilih secara
dinamis antara konfirmasi acknowledgement firmware atau konfirmasi kedatangan berbasis
kamera pada tiap langkah, sehingga rantai gerak maju dapat dipipeline untuk memaksimalkan
throughput sekaligus mempertahankan konfirmasi kuat pada gerakan batas seperti rotasi
dan operasi dock. Lapisan bounded-retry dengan penahan gerak pada keadaan terblokir
(blocked-state gating) mengubah kegagalan sementara, seperti putus koneksi MQTT dan
kehilangan garis lantai, menjadi keadaan tunggu yang dapat pulih sendiri (self-healing) tanpa
intervensi manual. Selain itu, pengendali menyimpan Robot Registry yang mengikat identitas
robot ke penanda AprilTag dan Health Monitor yang membedakan robot diam dari robot yang
terputus.
Validasi dilakukan pada sebuah Proof of Concept berukuran 2,4 × 1,2 meter yang dipetakan
ke grid diskret. Pengujian fungsional mengonfirmasi enam perilaku utama, yaitu serialisasi
per robot yang benar, perencanaan jalur dengan batasan yang valid, pengurutan interaksi rak,
deduplikasi pesanan, pemulihan mandiri (self-healing), serta keadaan armada yang konsisten.
Hasil pengujian sistem menunjukkan produktivitas 29,3 tugas/jam per robot, Traffic Factor
0,869, akurasi tugas 100%, keberulangan 100%, dan safety yang seluruhnya memenuhi
spesifikasi yang ditetapkan. Dengan demimakin, pengendali armada yang dirancang berhasil
menjadi tulang punggung koordinasi multi-AGV yang terpercaya, deterministik, dan berlatensi
rendah pada sistem manajemen gudang, serta menyediakan fondasi arsitektur yang dapat
dikembangkan menuju skala industri.
Perpustakaan Digital ITB