Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kebutuhan energi jangka panjang
khususnya listrik yang menuntut adanya reaktor berumur panjang. Gas-cooled Fast
Reactor (GFR) dengan skema Modified CANDLE menjadi kandidat utama karena
mampu berumur panjang. Pada penelitian ini, strategi Modified CANDLE
diterapkan dengan membagi bahan bakar menjadi enam region aksial, di mana dua
region awal berisi pengayaan plutonium dan empat region berikutnya hanya berisi
uranium alam. Simulasi dilakukan pada kondisi start-up menggunakan satu
assembly untuk memahami perilaku neutron sebelum diterapkan pada skala teras
penuh dengan tujuan untuk memperoleh desain reaktor berumur panjang dan
memenuhi standar keselamatan. Metode simulasi menggunakan OpenMC dengan
data nuklir ENDF/B-VIII.0 dan boundary condition reflektif. Variasi yang
dianalisis meliputi neutron history, pengayaan plutonium, jumlah pin, dan daya
dengan parameter yang dianalisis berupa nilai k-inf, perubahan massa bahan bakar,
burn-up level, power density, dan power peaking factor (PPF). Neutron history
ditetapkan menggunakan 250 batch, 50 inactive, dan 20.000 partikel karena
memiliki standar deviasi sebesar 0,027%. Hasil desain menunjukkan bahwa
menggunakan konfigurasi 169 pin bahan bakar dengan pengayaan plutonium
9,412% pada region 1 dan 7,89% pada region 2, serta daya 1632,7 kW dan 1959,2
kW mampu mempertahankan kekritisan hingga 100 tahun dan sesuai standar
keselamatan reaktor sehingga lebih efisien.
Perpustakaan Digital ITB