digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kebutuhan energi jangka panjang khususnya listrik yang menuntut adanya reaktor berumur panjang. Gas-cooled Fast Reactor (GFR) dengan skema Modified CANDLE menjadi kandidat utama karena mampu berumur panjang. Pada penelitian ini, strategi Modified CANDLE diterapkan dengan membagi bahan bakar menjadi enam region aksial, di mana dua region awal berisi pengayaan plutonium dan empat region berikutnya hanya berisi uranium alam. Simulasi dilakukan pada kondisi start-up menggunakan satu assembly untuk memahami perilaku neutron sebelum diterapkan pada skala teras penuh dengan tujuan untuk memperoleh desain reaktor berumur panjang dan memenuhi standar keselamatan. Metode simulasi menggunakan OpenMC dengan data nuklir ENDF/B-VIII.0 dan boundary condition reflektif. Variasi yang dianalisis meliputi neutron history, pengayaan plutonium, jumlah pin, dan daya dengan parameter yang dianalisis berupa nilai k-inf, perubahan massa bahan bakar, burn-up level, power density, dan power peaking factor (PPF). Neutron history ditetapkan menggunakan 250 batch, 50 inactive, dan 20.000 partikel karena memiliki standar deviasi sebesar 0,027%. Hasil desain menunjukkan bahwa menggunakan konfigurasi 169 pin bahan bakar dengan pengayaan plutonium 9,412% pada region 1 dan 7,89% pada region 2, serta daya 1632,7 kW dan 1959,2 kW mampu mempertahankan kekritisan hingga 100 tahun dan sesuai standar keselamatan reaktor sehingga lebih efisien.