ABSTRAK Ahmad Haffiz Fildzah
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Ahmad Haffiz Fildzah
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Ahmad Haffiz Fildzah
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Ahmad Haffiz Fildzah
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Ahmad Haffiz Fildzah
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Ahmad Haffiz Fildzah
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Ahmad Haffiz Fildzah
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Ahmad Haffiz Fildzah
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Atomic Layer Deposition (ALD) merupakan metode deposisi lapisan tipis yang
memiliki kontrol ketebalan hingga skala atom. Selektivitas deposisi pada material
dua dimensi seperti MoS? dan MoSe? dipengaruhi oleh mekanisme adsorpsi dan
dekomposisi prekursor. Penelitian ini bertujuan menghitung adsorpsi selektif
trimetilaluminium (TMA) pada monolayer MoS? dan MoSe?, membandingkan
kebolehjadian dekomposisi TMA, serta menganalisis pengaruh cacat vakansi
terhadap proses tersebut menggunakan metode Density Functional Theory (DFT).
Optimasi struktur dilakukan menggunakan fungsional vdW-DF-ob86 dengan kpoint 16×16×1. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi adsorpsi paling stabil adalah
orientasi Lay, dengan energi interaksi sebesar ?0,665 eV pada MoS? dan ?0,652 eV
pada MoSe?. Keberadaan cacat vakansi menurunkan kekuatan adsorpsi awal
menjadi ?0,495 eV pada MoS? dan ?0,491 eV pada MoSe?. Analisis diagram
tingkat energi menunjukkan bahwa mekanisme dekomposisi kedua lebih
menguntungkan secara termodinamika dibandingkan mekanisme pertama. Pada
permukaan pristine, energi akhir MoS? lebih rendah dibandingkan MoSe?,
sedangkan pada permukaan cacat energi akhir MoSe? menjadi lebih rendah
daripada MoS?. Hasil ini menunjukkan bahwa cacat vakansi memodifikasi jalur
reaksi dan meningkatkan stabilisasi produk akhir, khususnya pada MoSe?, sehingga
berpotensi meningkatkan selektivitas deposisi TMA pada proses ALD.
Perpustakaan Digital ITB