digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Berryando Andries [19022266]
Terbatas  Abdul Aziz Ariarasa
» Gedung UPT Perpustakaan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana suku bunga domestik dan global serta sentimen risiko global memengaruhi volatilitas jangka pendek nilai tukar Rupiah Indonesia. Volatilitas jangka pendek nilai tukar memiliki implikasi bagi negara berkembang seperti Indonesia karena dapat melemahkan kemampuan untuk mengelola inflasi, menjaga keberlanjutan utang luar negeri, dan melindungi stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan data runtun waktu bulanan nilai tukar IDR/USD, suku bunga kebijakan Bank Indonesia, suku bunga federal funds The U.S. Federal Reserve, dan Indeks VIX untuk periode Januari 2018 hingga Desember 2023. Penelitian ini menggunakan model EGARCH(1,1) untuk mengestimasi varian kondisional yang berubah dari waktu ke waktu pada nilai tukar IDR/USD, yang merepresentasikan volatilitas jangka pendek rupiah. Volatilitas rupiah yang diestimasi tersebut kemudian diregresikan terhadap perubahan suku bunga domestik, perubahan suku bunga di Amerika Serikat, dan perubahan Indeks VIX dengan menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS) dengan Newey-West Heteroskedasticity-Consistent Standard Errors. Hasil estimasi EGARCH menunjukkan bahwa volatilitas rupiah sangat persisten dan menampilkan pola pengelompokan volatilitas (volatility clustering), serta terdapat bukti adanya respons asimetris terhadap guncangan. Hasil regresi mengindikasikan bahwa perubahan suku bunga federal funds di Amerika Serikat memiliki keterkaitan yang lebih besar dengan volatilitas jangka pendek nilai tukar IDR/USD dibandingkan perubahan suku bunga kebijakan Bank Indonesia dan perubahan Indeks VIX selama periode penelitian. Dengan demikian, temuan ini menegaskan besarnya pengaruh kondisi moneter global terhadap volatilitas jangka pendek rupiah dan menekankan perlunya pembuat kebijakan untuk memantau perkembangan keuangan internasional selain kebijakan moneter domestik.