digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Kezia Jovita Tanubrata
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 Kezia Jovita Tanubrata
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Kezia Jovita Tanubrata
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Kezia Jovita Tanubrata
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Kezia Jovita Tanubrata
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 5 Kezia Jovita Tanubrata
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Kezia Jovita Tanubrata
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisa dampak merger dan akuisisi (M&A) dari bank-bank di Indonesia terhadap kinerja dan kekuatan pasar. Penelitian ini menjadi penting karena didasari oleh bertambahnya jumlah bank di Indonesia yang melakukan konsolidasi, yang juga didukung oleh regulator untuk memperkuat industri perbankan di Indonesia serta memperlengkapi mereka untuk mencapai tujuan strategis dan meningkatkan kemampuan bersaing. Hal ini mendorong perubahan struktur dari industri perbankan di Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk dapat menentukan apakah M&A benar-benar dapat menciptakan sinergi operasional dan keuangan, yang kemudian dapat diubah menjadi kekuatan pasar yang lebih signifikan bagi bank yang terlibat. Penelitian ini mengadopsi metode staggered Difference-in-Differences (DiD) yang direkomendasikan oleh Callaway dan Sant’Anna (2021). Metode ini memungkinkan peneliti untuk melakukan perbandingan dengan seksama antara bank treated dan bank control. Dengan memanfaatkan data panel yang diambil dari laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (2017–2022), peneliti bertujuan untuk menganalisa dampak dari M&A terhadap profitabilitas (diproksi dengan Net Interest Margin & Return on Equity), efisiensi (diproksi dengan BOPO), dan market power (diproksi dengan Lerner Index) Dari hasil penelitian ini, peneliti menemukan dampak dari M&A terhadap variable-variabel yang disebutkan sebelumnya bersifat heterogen, bergantung kepada bank yang terlibat. Meskipun beberapa bank terbukti lebih menguntungkan dan efisien setelah M&A, ada juga beberapa bank yang mengalami tekanan pada margin dan biaya yang diakibatkan oleh tantangan operasional. Namun, peneliti menemukan bahwa M&A secara konsisten membawa dampak positif terhadap kekuatan pasar bagi bank yang terlibat, mengindikasikan bertambahnya fleksibilitas bagi bank untuk menentukan harga di atas biaya, sejalan dengan teori market power. Hasil penelitian di atas memberikan keuntungan bagi industri, bank yang telibat, investor, dan pembuat kebijakan. Dari sisi kacamata perbankan, bank harus memiliki strategi yang kuat sebelum mengejar kesempatan M&A. Hal ini penting untuk memastikan kegiatan M&A dapat memberikan nilai riil bagi investor. Di sisi lain, investor harus berhati-hati dalam menganalisa dampak dari M&A, mengingat beberapa bank mungkin membutuhkan waktu untuk merealisasikan M&A menjadi keuntungan nyata terhadap investasi. Akhirnya, pembuat kebijakan harus berhati-hati juga dalam memberikan penilaian atas pengajuan M&A, Dimana harus memastikan kesiapan bank yang terlibat, dampak terhadap kompetisi industri, dan dampak terharap perlindungan konsumen. Untuk melengkapi penelitian ini, peneliti selanjutnya dapat memperpanjang periode studi dengan lebih banyak sampel untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang M&A terhadap industri perbankan di Indonesia.