digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini menguji apakah pesatnya pertumbuhan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) memengaruhi efektivitas transmisi kebijakan moneter di Indonesia. Dengan menggunakan data bulanan selama periode 2020-2025 dan model Structural Vector Autoregression (SVAR), penelitian ini menganalisis interaksi dinamis antara nilai transaksi QRIS dan lima variabel makroekonomi: jumlah uang beredar dalam arti luas (M2), kredit sektor swasta, indeks harga konsumen, indeks penjualan riil sebagai proksi output riil, dan BI Rate. Hasil analisis impulse response menunjukkan bahwa guncangan positif pada transaksi QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar dan kredit sektor swasta sepanjang horizon, serta berpengaruh positif terhadap tingkat harga yang signifikan dalam jangka pendek dan jangka panjang namun sempat melemah pada periode pertengahan. Pengaruh terhadap output riil lebih lemah, hanya muncul pada jangka sangat pendek dan kembali muncul secara marginal sekitar bulan kesebelas hingga ketiga belas, yang mengindikasikan jalur tidak langsung melalui kredit. Respons BI Rate terhadap guncangan QRIS maupun respons QRIS terhadap guncangan BI Rate keduanya negatif tetapi tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa QRIS memperkuat agregat moneter dan kredit tanpa melemahkan transmisi kebijakan moneter: selama bank sentral tetap mengendalikan suku bunga kebijakan, digitalisasi pembayaran tidak menggerus kendali moneter. Keywords: digitalisasi pembayaran, jumlah uang beredar, QRIS, SVAR, transmisi kebijakan moneter