digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Analisis Faktor Keberlanjutan Pengelolaan Sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kabupaten Sleman Menggunakan Pendekatan Multidimensional Scaling (MDS-RAPS) Oleh Zahra Yulliandra NIM: 25725029 (Program Studi Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi) Penutupan permanen Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Piyungan akibat kondisi overcapacity dan sistem pengelolaan open dumping menimbulkan tantangan besar bagi pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman. Sebagai respons, Pemerintah Kabupaten Sleman mengembangkan tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang telah beroperasi dengan sistem pengolahan sampah menjadi RefuseDerived Fuel (RDF). Namun, pengelolaan ketiga TPST masih menghadapi berbagai kendala, antara lain kapasitas pengolahan yang belum optimal, masih adanya residu, serta belum maksimalnya pencapaian target penanganan dan pengurangan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting, faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan, status keberlanjutan, serta strategi pengembangan pengelolaan sampah pada TPST Tamanmartani, TPST Donokerto, dan TPST Sendangsari. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Multidimensional ScalingRapid Appraisal for Sustainability (MDS-RAPS) dengan meninjau lima aspek, yaitu teknis operasional, kelembagaan, pembiayaan, regulasi, dan sosial/partisipasi masyarakat. Data diperoleh melalui kuesioner kepada masyarakat, pengelola TPST, serta instansi terkait. Hasil MDS-RAPS kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan strategi melalui analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT). Hasil analisis menunjukkan pada aspek teknis operasional TPST Donokerto dan Sendangsari dinilai cukup berkelanjutan serta TPST Tamanmartani kurang berkelanjutan dengan indeks (48, 92) faktor paling berpengaruh yaitu efisiensi teknologi pengolahan; pada aspek kelembagaan ketiga TPST dinilai cukup berkelanjutan dengan faktor paling berpengaruh yaitu tugas dan tanggungjawab pengelola; pada aspek pembiayaan ketiga TPST dinilai cukup berkelanjutan dengan faktor paling berpengaruh adalah kesesuaian gaji pekerja TPST; pada aspek regulasi ketiga TPST dinilai cukup berkelanjutan dengan faktor paling berpengaruh kepatuhan terhadap peraturan retribusi sampah; dan pada aspek partisipasi masyarakat TPST Tamanmartani dan Donokerto dinilai cukup berkelanjutan serta TPST Sendangsari kurang berkelanjutan dengan indeks (46,41) faktor yang paling berpengaruh adalah upaya masyarkat dalam menjaga lingkungan. Hasil analisis SWOT menunjukkan posisi pada Kuadran I, dengan nilai Interaction Matrix terbesar adalah Strengths Opportunities (SO) sehingga strategi keberlanjutan yang direkomendasikan adalah strategi agresif dengan memanfaatkan kekuatan untuk mengoptimalkan peluang guna mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kabupaten Sleman.