digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Muhamad Fikri
PUBLIC Open In Flipbook Taupik Abidin

Pandemi COVID-19 masih jauh dari kata usai. Sebuah varian mutasi baru, omicron, bahkan ditemukan di akhir 2021. Pandemi COVID-19, sebagai bencana global, telah memengaruhi kehidupan sehari-hari manusia. Pandemi COVID-19 memiliki dampak tersendiri pada sektor bisnis. Guna mengendalikan penyebaran pandemi COVID-19, pemerintah Republik Indonesia sudah menerapkan beberapa kebijakan, salah satunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebagai efek samping dari kebijakan ini, penurunan aktivitas ekonomi ditemukan. Penelitian ini mencoba untuk menginvestigasi bagaimana respons pemerintah terhadap pandemi COVID-19 memengaruhi kinerja keuangan perusahaan dan return saham. Penelitian ini menggunakan regresi data panel untuk menganalisis data. Metode difference-in-difference juga digunakan untuk melihat hubungan kausal antara PSBB yang diterapkan dengan kinerja keuangan perusahaan. Model Generalized Method of Moments (GMM) digunakan dalam robustness test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSBB yang diterapkan memengaruhi kinerja keuangan yang dicerminkan oleh ROA secara negatif. PSBB tidak memiliki dampak signifikan pada kinerja keuangan perusahaan non-esensial, yang mana mengindikasikan bahwa penurunan kinerja keuangan ditemukan pada perusahaan di sektor esensial dan non-esensial. Kebijakan pemerintah pada pembatasan dan penutupan tempat umum berpengaruh negatif terhadap return saham. Di sisi lain, dukungan ekonomi yang disediakan pemerintah berdampak positif terhadap return saham. Dari hasil penelitian, penelitian ini dapat berkontribusi pada literatur untuk melihat dampak PSBB terhadap kinerja keuangan perusahaan dan dampak respons pemerintah terhadap return saham. Penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan di masa depan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Investor juga bisa mempertimbangkan riset ini ketika menentukan reaksi terhadap kebijakan yang baru diumumkan. Penelitian selanjutnya dapat menganalisis data transaksi intraday dan memperhitungkan persepsi masyarakat tentang kondisi pandemi COVID-19.