Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola manajemen kontraktor, khususnya sistem self-performing dan sub-contracting, terhadap kualitas bangunan pada proyek perumahan. Satu sisi terdapat penganggung jawab di lapangan yang penuh merencanakan, memimpin, mengawasi, dan menyelesaikan proyek konstruksi dari awal hingga serah terima yang dikenal sebagai Project Manager (PM). Gaya kepemimpinan Project Manager (PM) dalam pelaksanaannya. Studi kasus dilakukan pada proyek perumahan Vila Rizki Insani dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis kualitatif
Data kuantitatif diperoleh dari pengelompokan unit rumah berdasarkan status penjualan, yaitu unit yang telah akad dan unit ready stock, serta klasifikasi tingkat komplain menjadi ringan, sedang, dan moderat. Sementara itu, data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dengan PM, mandor, estate, dan penghuni untuk memahami praktik manajemen lapangan dan pola kepemimpinan yang diterapkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jumlah komplain absolut pada sistem self-performing lebih tinggi, persentase komplain terhadap total unit yang dikerjakan justru lebih rendah dibandingkan dengan sistem sub-kontrak. Temuan lapangan juga mengindikasikan bahwa gaya kepemimpinan yang dominan diterapkan adalah kepemimpinan transaksional, yang lebih efektif pada sistem self-performing karena adanya kontrol langsung terhadap tenaga kerja dan proses kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas bangunan ditentukan oleh pola manajemen kontraktor dan pengelolaan tenaga kerja, sementara kepemimpinan PM berperan sebagai faktor pendukung dalam meningkatkan efektivitas sistem kerja.
Perpustakaan Digital ITB