digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_William Wei Liang Liem
Terbatas  Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan

Industri kreatif Indonesia didominasi fesyen, kuliner, dan kriya, tetapi sektor lain masih di belakang. Namun, animasi mulai menjadi industri kreatif yang lebih besar. Film animasi Jumbo menjadi film paling sukses di Indonesia dengan 10 juta penonton. Menurut Kemenparekraf, 53,49% dari ahli memprediksi film, animasi, dan video akan sukses pada tahun 2024-2025. Meskipun begitu, sektor ini masih memiliki banyak potensi dan membutuhkan sumber daya manusia dan fasilitas yang lebih memadai. Terutama karena penggunaan AI generatif untuk pembuatan gambar dan video sudah dianggap normal di Indonesia. Dengan demikian, kreativitas manusia harus lebih diasah dalam periode transisi ini dan mengasah kemampuan manusia yang tidak dimiliki AI generatif. Namun, banyak dari pelajar Indonesia masih memiliki kesulitan berpikir kreatif dan institusi edukasi seni Indonesia belum memenuhi potensinya. Dengan masalah ini, fasilitas yang mengedepankan kreativitas bisa dalam bentuk ruang. Creative space, atau ruang kreatif adalah ruang yang dirancang untuk membangun kreativitas seseorang. Creative space tidak hanya didesain untuk meningkatkan kreativitas, tetapi juga membantu proses secara keseluruhan. Pertanyaan utama yang ingin ditanyakan adalah “bagaimana cara menciptakan ruang yang nyaman untuk proses kreatif?” Ruang-ruang seperti ini sudah ada sejak dulu, tetapi tugas ini akan fokus kepada ruang kreatif edukasi dan aktivitas pembuatan karya seni. Oleh karena itu, tipologi desain yang dipilih adalah kampus DKV dengan tapak yang berada di ITB Jatinangor. Kriteria desain akan berdasarkan aktivitas pengguna dan pola pikir kreatif manusia. Topik ini berhubungan dengan sustainable development goals keempat dan kesepuluh: quality education dan reduced inequalities.