DAFTAR PUSTAKA NAZWA SHAFIRA HALWA SYAH PUTRI
EMBARGO  2029-07-10 
EMBARGO  2029-07-10 
LAMPIRAN NAZWA SHAFIRA HALWA SYAH PUTRI
EMBARGO  2029-07-10 
EMBARGO  2029-07-10 
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara wisatawan memperoleh informasi, mengevaluasi destinasi, serta membagikan pengalaman perjalanan melalui berbagai platform digital. Salah satu bentuk data digital yang berkembang pesat adalah ulasan pada Google Maps yang memuat pengalaman, persepsi, dan penilaian wisatawan terhadap suatu destinasi. Dalam konteks pariwisata, ulasan digital tidak hanya berfungsi sebagai media berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi sumber informasi yang memengaruhi citra destinasi dan keputusan kunjungan wisatawan lainnya. Di sisi lain, perkembangan data digital tersebut membuka peluang baru bagi penelitian untuk memanfaatkan informasi yang dihasilkan secara sukarela oleh wisatawan (user-generated content) dalam memahami karakteristik suatu kawasan. Namun demikian, kajian mengenai karakteristik spasial kawasan wisata hingga saat ini masih didominasi oleh pendekatan objektif berbasis built environment, seperti pengukuran kepadatan, penggunaan lahan, kualitas desain kawasan, dan aksesibilitas menggunakan data spasial maupun Geographic Information System (GIS). Pendekatan tersebut mampu menggambarkan kondisi fisik kawasan secara objektif, tetapi belum sepenuhnya
menjelaskan bagaimana karakteristik tersebut dipersepsikan dan dialami oleh wisatawan sebagai pengguna ruang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik spasial Kawasan Jalan Braga berdasarkan persepsi wisatawan yang direpresentasikan melalui ulasan digital Google Maps menggunakan pendekatan Perceived 5D.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis berbasis teks (text-based analysis). Data penelitian berupa 7.858 ulasan wisatawan yang diperoleh melalui proses web scraping pada platform Google Maps. Tahapan penelitian meliputi data cleaning dan text preprocessing, klasifikasi ulasan ke dalam lima dimensi Perceived 5D yang terdiri atas Density, Diversity, Design, Destination Accessibility, dan Distance to Transit menggunakan Large Language Model (LLM), dilanjutkan dengan analisis sentimen pada setiap dimensi serta sintesis hasil untuk menginterpretasikan karakteristik spasial Kawasan Jalan Braga berdasarkan persepsi wisatawan. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi karakteristik spasial kawasan berdasarkan pengalaman aktual yang diungkapkan secara langsung oleh wisatawan melalui ulasan digital, sehingga melengkapi pendekatan konvensional yang selama ini lebih berfokus pada atribut fisik kawasan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulasan wisatawan mampu merepresentasikan berbagai dimensi karakteristik spasial Kawasan Jalan Braga. Dimensi Design menjadi aspek yang paling dominan dalam ulasan dengan proporsi 35,92% dari seluruh ulasan wisatawan, diikuti oleh Diversity (30,60%), Density (25,77%), Destination Accessibility (6,15%), dan Distance to Transit (1,55%). Dominasi dimensi Design menunjukkan bahwa kualitas visual kawasan, karakter arsitektur heritage, kondisi ruang publik, serta elemen fisik kawasan merupakan aspek yang paling banyak diperhatikan dan dievaluasi oleh wisatawan. Sementara itu, tingginya proporsi dimensi Diversity menunjukkan bahwa keberagaman fungsi kawasan, seperti aktivitas kuliner, perdagangan, hiburan, dan ruang publik, menjadi daya tarik penting yang membentuk pengalaman wisatawan selama berada di Kawasan Jalan Braga. Kemudian Secara keseluruhan, 87,30% ulasan menunjukkan sentimen positif, 9,45% sentimen negatif, dan 3,25% sentimen
netral. Dimensi Design juga memperoleh apresiasi tertinggi dengan 94,37% sentimen positif, diikuti oleh Diversity sebesar 93,95%, yang menunjukkan bahwa kualitas visual kawasan, karakter heritage, dan keberagaman aktivitas merupakan faktor utama yang membentuk persepsi wisatawan terhadap Kawasan Braga. Sebaliknya, dimensi Density menunjukkan persepsi yang lebih beragam dengan proporsi sentimen negatif tertinggi (23,29%), terutama berkaitan dengan kepadatan pengunjung, lalu lintas, dan keterbatasan parkir. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik spasial kawasan secara objektif, tetapi juga oleh bagaimana karakteristik tersebut dipersepsikan, dialami, dan dimaknai oleh wisatawan selama berkunjung.
Penelitian ini menunjukkan bahwa ulasan digital tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi sentimen wisatawan, tetapi juga mampu merepresentasikan karakteristik spasial kawasan berdasarkan pengalaman pengguna ruang.Dengan demikian, ulasan digital dapat dimanfaatkan sebagai sumber data alternatif untuk memahami karakteristik spasial kawasan dari perspektif pengguna ruang. Integrasi pendekatan Perceived 5D dengan Large Language Model memberikan pendekatan baru dalam mengidentifikasi karakteristik spasial berdasarkan pengalaman wisatawan sekaligus melengkapi pendekatan objektif yang selama ini lebih banyak digunakan dalam kajian perencanaan wilayah dan kota. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola dan Pemerintah Kota Bandung dalam merumuskan strategi pengelolaan dan pengembangan Kawasan Jalan Braga yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas fisik kawasan, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman, persepsi, serta kebutuhan wisatawan sebagai pengguna utama ruang kawasan wisata perkotaan.
Perpustakaan Digital ITB