Pencemaran mikroplastik (MP) pada lingkungan laut, terutama kawasan pantai,
telah menjadi perhatian besar dalam beberapa tahun terakhir. Polyethylene (PE)
merupakan salah satu sumber utama cemaran MP di lingkungan laut. Yeast
ditemukan pada permukaan plastik dan menjadi bagian dari komunitas mikroba
yang dapat hidup pada lingkungan tersebut atau dikenal sebagai plastisfer. Hingga
saat ini, peran yeast sebagai penyusun plastisfer dalam mendegradasi MP PE belum
banyak diungkap. Penelitian bertujuan untuk: (i) menyelidiki kemampuan isolat
yeast dalam mendegradasi MP PE berdasarkan uji penapisan; (ii) menyelidiki
kemampuan yeast dalam mendegradasi PE berdasarkan penapisan pada sistem
kokultur plastisfer air laut; dan (iii) mengidentifikasi peran spesies yeast terbaik
dalam biodegradasi PE pada kondisi plastisfer air laut. Penelitian ini menggunakan
pendekatan berbasis karakteristik fungsional, molekuler, dan genomik untuk
mengkaji kemampuan, model dan pathway biodegradasi PE oleh yeast.
Hasil uji penapisan menunjukkan bahwa semua isolat yeast mampu mendegradasi
MP PE pada medium cair, dengan persentase penurunan berat kering tertinggi
dicapai oleh isolat M6.0.2 dengan nilai sebesar 0,4923±0,1870% pada waktu
inkubasi 10 hari. Berdasarkan analisis Scanning Electron Microscope (SEM) dan
Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) menunjukkan perubahan
topografi permukaan serta pembentukan gugus teroksidasi pada PE yang
mengindikasikan terjadinya proses degradasi PE. Berdasarkan hasil analisis
BLAST dan konstruksi pohon filogenetik, isolat M6.0.2, K3.1.2, BI.4.1.1, M5.0.1,
M5.0.3, dan M6.0.1 masing-masing diidentifikasi sebagai Meyerozyma carpophila,
Rhodotorula mucilaginosa, Rhodotorula mucilaginosa, Candida tropicalis,
Crinitomyces flavificans, dan Moesziomyces antarcticus. Lima isolat terpilih
berdasarkan nilai degradasi tertinggi dan ketahanan terhadap salinitas dilanjutkan
pada tahap uji plastisfer air laut.
Hasil uji penapisan pada sistem kokultur plastisfer air laut non-steril menunjukkan
bahwa kokultur lima spesies yeast mampu mendegradasi PE, dengan degradasi
tertinggi sebesar 1,61 ± 0,20% dicapai pada jam ke-72 (hari ke-3), yang
menunjukkan bahwa yeast dapat berperan sebagai bagian aktif di fase awal inkubasi
dari komunitas plastisfer alami. Dominasi Meyerozyma carpophila M6.0.2 dan
Candida tropicalis M5.0.1 pada fase planktonik dan biofilm mengindikasikan
peran penting kedua spesies tersebut dalam proses kolonisasi dan tahap awal
degradasi PE. Perubahan topografi PE serta pembentukan puncak baru
mengonfirmasi bahwa proses degradasi telah berlangsung secara cepat pada awal
inkubasi dengan pembentukan produk polar dari proses oksidasi, seperti alkohol.
Hasil uji penapisan pada sistem kokultur plastisfer air laut steril dengan kosubstrat,
degradasi MP PE tetap berlangsung meskipun pada tingkat yang lebih rendah (0,57
± 0,28%), dengan dominasi Meyerozyma carpophila M6.0.2.
Pengujian peran Meyerozyma carpophila M6.0.2 secara tunggal pada kondisi
plastisfer air laut menunjukkan bahwa spesies ini mampu mendegradasi PE secara
mandiri, dengan capaian persentase degradasi sebesar 0,69± 0,16% atau mampu
mencapai sekitar 46% dari tingkat degradasi yang diperoleh pada kondisi plastisfer
air laut non-steril. Tahap biofragmentasi berlangsung dominan pada fase awal
inkubasi, yang dibuktikan dari tingginya laju degradasi pada hari ke-0 hingga hari
ke-4, sedangkan pada periode selanjutnya (hari ke-4 hingga hari ke-10) proses
biodegradasi dominan pada fase bioasimilasi. Analisis FTIR dan SEM
mengonfirmasi terjadinya degradasi PE melalui perubahan intensitas transmitansi
dan kerusakan permukaan PE. Profil metabolik Meyerozyma carpophila M6.0.2
berdasarkan uji Biolog EcoPlate™ menunjukkan bahwa di tahap awal degradasi
(hari ke-2 hingga hari ke-4), sel cenderung mensintesis senyawa osmoprotektan dan
sumber karbon cepat untuk mengaktifkan serangkaian jalur oksidasi lipid serta
degradasi asam lemak, siklus glioksilat dan glukoneogenesis hingga dihasilkan
glukosa. Seiring pematangan biofilm (sekitar hari ke-10), terjadi peningkatan
kebutuhan energi untuk pembelahan sel dan pembentukan biofilm. Analisis LCHRMS
mengonfirmasi terbentuknya berbagai senyawa yang diduga merupakan
produk antara dan turunan yang menguatkan dugaan keterlibatan jalur oksidasi
alkana dan asam lemak dalam proses degradasi PE. Hasil Whole Genome
Sequencing (WGS) menunjukkan bahwa genom M6.0.2 memiliki gen pengkode
enzim yang berkaitan dengan degradasi PE, termasuk lakase, peroksidase,
Cytochrome P450 52A13; Cytochrome P450 52A12, alkohol oksidase, alkohol
dehidrogenase, aldehida dehidrogenase, lipase, dan esterase. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Meyerozyma carpophila M6.0.2 prospektif dikembangkan
sebagai agen pendegradasi PE dan berpotensi diaplikasikan dalam bioremediasi
limbah plastik di lingkungan laut.
Perpustakaan Digital ITB