digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Energi baru dan terbarukan (EBT) sangat penting bagi dunia energi saat ini. Harga EBT perlu disesuaikan untuk meningkatkan investasi EBT namun tetap menguntungkan bagi perusahaan listrik milik negara. Harga ini tidak dapat ditentukan dari LCOE EBT saja. Secara teknis, sifat intermiten beberapa sumber energi baru dan terbarukan, seperti matahari dan angin, akan mempengaruhi pengoperasian generator konvensional dalam sistem tersebut. Intrusi EBT ke dalam sistem tenaga dapat mengurangi beban dari generator yang ada, sehingga mempengaruhi biaya operasi dan penghematan bahan bakar. Makalah ini mengkaji implikasi teknis dan ekonomi dari penetrasi sumber energi terbarukan variabel seperti Pembangkit Listrik Tenaga Fotovoltaik (PLTS) ke sistem microgrid. Total biaya sistem eksisting dijelaskan terlebih dahulu, kemudian sistem dengan variasi penetrasi PLTS, dekat beban dan jauh dari beban. Metode ini diterapkan pada lokasi studi kasus yaitu Kundur. Meningkatkan penetrasi PV pada awalnya akan meningkatkan biaya investasi tetapi mengurangi biaya sistem secara keseluruhan. Namun, ada tingkat penetrasi dimana total biaya sistem kembali lebih tinggi jika tingkat penetrasi melebihi angka ini. Pada sistem Kundur, Nusa Penida, dan Nias, secara berturut-turut level penetrasi PLTS optimum yaitu pada 42%, 43%, 38% dengan BPP sebesar Rp. 2.299,54/kWh, Rp. 2.206,15/kWh, Rp. 2.653,37/kWh. Secara ekonomis, level penetrasi PLTS optimum yang disarankan berkisar pada 35- 45%. Hasil studi aliran daya dan kuasi-dinamis juga menunjukkan bahwa level penetrasi ini dimungkinkan.