Energi baru dan terbarukan (EBT) sangat penting bagi dunia energi saat ini. Harga
EBT perlu disesuaikan untuk meningkatkan investasi EBT namun tetap
menguntungkan bagi perusahaan listrik milik negara. Harga ini tidak dapat
ditentukan dari LCOE EBT saja. Secara teknis, sifat intermiten beberapa sumber
energi baru dan terbarukan, seperti matahari dan angin, akan mempengaruhi
pengoperasian generator konvensional dalam sistem tersebut. Intrusi EBT ke dalam
sistem tenaga dapat mengurangi beban dari generator yang ada, sehingga
mempengaruhi biaya operasi dan penghematan bahan bakar. Makalah ini mengkaji
implikasi teknis dan ekonomi dari penetrasi sumber energi terbarukan variabel
seperti Pembangkit Listrik Tenaga Fotovoltaik (PLTS) ke sistem microgrid. Total
biaya sistem eksisting dijelaskan terlebih dahulu, kemudian sistem dengan variasi
penetrasi PLTS, dekat beban dan jauh dari beban. Metode ini diterapkan pada lokasi
studi kasus yaitu Kundur. Meningkatkan penetrasi PV pada awalnya akan
meningkatkan biaya investasi tetapi mengurangi biaya sistem secara keseluruhan.
Namun, ada tingkat penetrasi dimana total biaya sistem kembali lebih tinggi jika
tingkat penetrasi melebihi angka ini. Pada sistem Kundur, Nusa Penida, dan Nias,
secara berturut-turut level penetrasi PLTS optimum yaitu pada 42%, 43%, 38%
dengan BPP sebesar Rp. 2.299,54/kWh, Rp. 2.206,15/kWh, Rp. 2.653,37/kWh.
Secara ekonomis, level penetrasi PLTS optimum yang disarankan berkisar pada 35-
45%. Hasil studi aliran daya dan kuasi-dinamis juga menunjukkan bahwa level
penetrasi ini dimungkinkan.
Perpustakaan Digital ITB