Bedah ortognatik adalah prosedur yang dirancang untuk mengoreksi deformitas rahang atas dan bawah guna mencapai oklusi gigi yang ideal. Untuk mendapatkan hasil yang ideal dari bedah ortognatik, terdapat dua jenis alat bantu bedah yang digunakan; templat dan wafer. Dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Muhammad Yusril Sulaiman, sebuah metode untuk mendesain alat bantu bedah tersebut dibuat dengan bantuan pencetakan 3D. Seluruh proses pembuatan template dan wafer terdiri dari perencanaan, desain, dan proses manufaktur. Proses perencanaan bedah yang ketat ini dilakukan untuk pasien tertentu dan saat ini masih dilakukan secara manual.
Perkembangan pembelajaran mesin memungkinkan berbagai disiplin ilmu untuk memecahkan masalah hanya dengan membangun model berdasarkan kumpulan data yang dipilih. Dalam studi ini, metode regresi digunakan untuk memodelkan hubungan antara penanda kraniofasial yang telah dianotasi dan pergerakan pasca operasi.
Sebuah sistem sistematis dan otomatis untuk perencanaan bedah ortognatik juga diperkenalkan. Ditulis dalam Python, alur kerja sistem ini mengintegrasikan ekstraksi penanda rahang atas dan bawah yang terstandarisasi serta model pembelajaran ElasticNet sekuensial untuk memprediksi posisi penanda pasca-bedah. Untuk memastikan relevansi klinis dari model yang dilatih, sistem ini menggabungkan serangkaian proses validasi data yang dilakukan untuk membandingkan hasil prediksi model dengan data sebenarnya. Dengan mengotomatiskan proses ini, beban kerja manual diharapkan akan berkurang secara signifikan dan reproduktibilitas meningkat.
Perpustakaan Digital ITB