digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Dalam dekade terakhir pemerintah telah memperkenalkan dan menginstruksikan metoda pengelolaan sampah dengan didasarkan pada konsep 3R (reduce, reuse, recycle). Secara implisit konsep 3R mengandung gagasan tentang penambahan nilai baru pada sampah. Akan tetapi pada umumnya program dan kebijakan pemerintah tentang 3R sampah lebih menekankan pada hal-hal teknis, seperti penggunaan teknologi recycle, penyelenggaraan pelatihan teknis, dan pemberian bantuan peralatan. Dalam hal ini yang kurang mendapatkan perhatian adalah aspek inovasi. Permasalahan yang diangkat dalam tesis ini adalah Bagaimana agar implementasi praktek 3R sampah di Kota Bandung lebih inovatif? Untuk membahas permasalahan tersebut pelaksanaan penelitian ini dipandu oleh pertanyaan penelitian sebagai berikut : 1. Bagaimana proses pertukaran sumber-sumber daya terjadi khususnya sumber pengetahuan antara berbagai elemen dalam menciptakan nilai yang baru atas sampah? 2. Bagaimana proses pembentukan interaksi/linkage antar elemen dan implikasinya dalam proses inovasi praktek 3R sampah? 3. Ditinjau dari aspek institusional, apakah sudah terjadi interaksi seperti yang tergambarkan dalam model triple helix? Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif untuk mengungkapkan proses interaksi di antara para aktor terbangun dan melalui interaksi tersebut terjadi proses pertukaran sumber-sumber daya seperti pengetahuan. Dari hasil penelitian didapat bahwa interaksi-interaksi yang berkembang masih berbentuk pola bilateral (double helix) yakni baru antara pemerintah-industri, industri-perguruan tinggi/lembaga penelitian dan pemerintah- perguruan tinggi/lembaga penelitian. Dari hasil penelitian terungkap dikarenakan kurangnya sharing informasi dan pertukaran pengetahuan diantara ketiga institusi sehingga menimbulkan ‘gap’ dan persepsi yang keliru diantara ketiganya. Kendala kultural dan birokrasi juga menjadi hambatan dalam mewujudkan interaksi antar ke tiga elemen diatas. Upaya untuk memaksimalkan interaksi ketiga elemen pelaku inovasi yakni pemerintah, perguruan tinggi dan industri adalah dengan adanya pertemuan yang difasilitasi oleh pemerintah agar terjadi komunikasi yang intens untuk mengetahui kebutuhan dari masing-masing pihak dan juga sharing informasi di antara ketiga pihak. Forum pengembangan jejaring dalam penguatan lintas-sektor dan lembaga seperti seminar, perlu dikembangkan sehingga para pelaku inovasi (industri, lembaga penelitian, universitas, dan pemerintah) dapat saling melengkapi dan bersinergi. Selain itu perlu adanya kesinergisan kebijakan di bidang industri, iptek dan pendidikan.