digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Henry Maruli Wirianata
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Henry Maruli Wirianata
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Henry Maruli Wirianata
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Henry Maruli Wirianata
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Henry Maruli Wirianata
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Henry Maruli Wirianata
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Henry Maruli Wirianata
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

PT. Norita Flexindo merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri kemasan fleksibel, khususnya berbahan plastik, kertas, dan aluminium foil. Sejak beberapa tahun terakhir perusahaan ini terus mengalami peningkatan jumlah permintaan, bahkan pada saat ini mencapai tiga kali kapasitas produksi pabrik yang seharusnya. Salah satu mesin yang memiliki jumlah antrian produksi yang panjang adalah mesin hot wax coating. Hampir semua produk kemasan primer makanan perlu melewati proses ini. Oleh karena itu, untuk meningkatkan produktivitas dari mesin hot wax coating dilakukan optimasi terhadap setting parameter mesin tersebut. Penelitian ini mencari setting parameter optimum mesin hot wax coating dengan menggunakan metode Taguchi. Sasaran dari metode Taguchi adalah menjadikan suatu proses kokoh (robust) terhadap gangguan (noise). Metode Taguchi dapat menunjukkan faktor-faktor yang signifikan terhadap kecepatan produksi beserta interaksi antar faktor yang terjadi. Dari penelitian ini diperoleh bahwa faktor yang berpengaruh terhadap kecepatan produksi adalah kecepatan roller panas, tekanan roller panas, pengaturan PIV controller, serta faktor interaksi antara kecepatan roller panas dengan PIV controller. Setting optimum parameter mesin hot wax coating yaitu kecepatan roller panas 140 rpm, tekanan roller panas 0.25 - 0.35 MPa, dan PIV controller berada pada perbandingan 1.5. Selang kepercayaan prediksi rata-rata kecepatan produksi pada setting parameter optimum berada di antara 99.08 dan 100.26 m/mnt. Kecepatan produksi meningkat 26 – 27 m/mnt atau sebesar 36% dibandingkan dengan kondisi sebelum dilakukan optimasi.