Penyakit gagal jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia
dengan tingkat mortalitas yang tinggi. Tingginya risiko kematian pada pasien gagal
jantung menimbulkan ketidakpastian dalam penentuan premi asuransi. Oleh karena
itu, diperlukan model yang mampu menggambarkan risiko kematian secara akurat
sebagai dasar penetapan premi berbasis risiko individu. Penelitian ini bertujuan
memodelkan kelangsungan hidup pasien gagal jantung menggunakan Flexible
Parametric Survival Model, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi
risiko kematian, serta mengaplikasikan hasil model dalam perhitungan premi
asuransi. Data yang digunakan merupakan Heart Failure Clinical Records yang
terdiri atas 299 pasien. Analisis dilakukan melalui pengujian asumsi, pembentukan
model FPSM, evaluasi model menggunakan Concordance index dan calibration
plot, serta validasi internal menggunakan bootstrap. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa variabel age, ejection fraction, serum creatinine, serum sodium, dan high
blood pressure berpengaruh signifikan terhadap risiko kematian pasien. Model
terbaik dipilih berdasarkan nilai AIC dan BIC terkecil serta memiliki kemampuan
diskriminasi dan kalibrasi yang baik. Fungsi kesintasan yang dihasilkan digunakan
untuk menghitung premi bersih dan diimplementasikan dalam bentuk kalkulator
premi berbasis risiko individu.
Perpustakaan Digital ITB