digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penyakit gagal jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia dengan tingkat mortalitas yang tinggi. Tingginya risiko kematian pada pasien gagal jantung menimbulkan ketidakpastian dalam penentuan premi asuransi. Oleh karena itu, diperlukan model yang mampu menggambarkan risiko kematian secara akurat sebagai dasar penetapan premi berbasis risiko individu. Penelitian ini bertujuan memodelkan kelangsungan hidup pasien gagal jantung menggunakan Flexible Parametric Survival Model, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi risiko kematian, serta mengaplikasikan hasil model dalam perhitungan premi asuransi. Data yang digunakan merupakan Heart Failure Clinical Records yang terdiri atas 299 pasien. Analisis dilakukan melalui pengujian asumsi, pembentukan model FPSM, evaluasi model menggunakan Concordance index dan calibration plot, serta validasi internal menggunakan bootstrap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel age, ejection fraction, serum creatinine, serum sodium, dan high blood pressure berpengaruh signifikan terhadap risiko kematian pasien. Model terbaik dipilih berdasarkan nilai AIC dan BIC terkecil serta memiliki kemampuan diskriminasi dan kalibrasi yang baik. Fungsi kesintasan yang dihasilkan digunakan untuk menghitung premi bersih dan diimplementasikan dalam bentuk kalkulator premi berbasis risiko individu.