Kompleksitas struktur geologi di Cekungan Sumatra Selatan merupakan hasil dari evolusi tektonik multi-fase yang melibatkan fase syn-extensional, subsidence post-extensional, hingga kompresi dan inversi pada Neogen. Salah satu struktur utama yang berkembang pada cekungan ini adalah Sesar Lematang yang berperan penting dalam mengontrol migrasi hidrokarbon serta distribusi akumulasi fluida pada reservoir. Lapangan “S” yang terletak pada zona sesar ini menunjukkan indikasi perangkap hidrokarbon pada zona sub-thrust, sehingga diperlukan kajian komprehensif mengenai karakteristik sesar, analisis deformasi, serta kemampuan sekatan sesar untuk menilai potensi akumulasi hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik Sesar Lematang serta implikasinya terhadap sifat sekatan sesar dan stabilitas sesar pada area sumur AP-1.
Metode penelitian meliputi interpretasi struktur menggunakan data seismik dan sumur, rekonstruksi palinspastik untuk memahami deformasi, analisis sifat sekatan sesar menggunakan parameter Shale Gouge Ratio (SGR) dan distribusi volume serpih (Vshale), serta evaluasi stabilitas sesar berdasarkan pendekatan geomekanika. Analisis dilakukan pada interval-interval formasi untuk mengevaluasi kapasitas penyekatan sesar terhadap migrasi fluida.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sesar Lematang dikontrol oleh struktur yang berkembang sejak fase syn-extensional hingga fase transpersi. Litologi yang didominasi serpih dengan nilai volume serpih rata-rata sekitar 0,49–0,53 menghasilkan nilai SGR berkisar 25–88% dengan rata-rata sekitar 47–55%, yang mengindikasikan kapasitas sekatan sesar yang relatif baik. Analisis stabilitas sesar menunjukkan bahwa zona sesar masih berada dalam kondisi relatif stabil sehingga potensi kebocoran fluida relatif rendah. Dengan demikian, Sesar Lematang pada daerah penelitian berperan sebagai sekatan struktural yang efektif dalam mengontrol akumulasi hidrokarbon.
Perpustakaan Digital ITB