digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini dilakukan guna mengetahui valuasi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) di tengah reli harga emas global pada tahun 2025. Kenaikan signifikan harga emas dunia secara global menciptakan kondisi yang menguntungkan terhadap perusahaan tambang emas dan mendorong peningkatan valuasi pasar BRMS secara signifikan. Namun, kenaikan harga saham tersebut menimbulkan pertanyaan apakah valuasi perusahan telah menggambarkan kinerja fundamental atau lebih dipengaruhi oleh ekspektasi pasar yang bersifat spekulatif. Penelitian ini menggunakan metode valuasi kuantitatif berupa DCF dengan pendekatan FCFF serta metode relative valuation menggunakan PER dan PBV. Analisis kinerja keuangan juga dilakukan meliputi rasio profitabilitas, efisiensi, leverage, dan indikator berbasis pasar. Penelitan ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan BRMS dan berbagai database keuangan yang relevan selama periode 2021-2025. Hasil penelitian menunjukan BRMS perbaikan kinerja keuangan secara bertahap selama periode pengamatan khususnya pada profitabilitas, efesiensi operasional, dan kierja laba yang didukung oleh kenaikan tren harga emas serta kondisi baik terhadap sektor pertambangan emas. Namun, hasil dari valuasi konsisten menunjukan bahwa saham BRMS diperdagangkan diatas harga nilai intrinsiknya. Valuasi DCF menghasilkan nilai intrinsik Rp43.05 per saham, pendekatan relative valuation dengan menghasilkan nilai estimasi wajar Rp609.59 per saham berdasarkan PBV dan Rp96.28 berdasarkan PER yang seluruhnya berada dibawah harga pasar sebesar Rp1,100 per saham. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukan bahwa saham BRMS overvalued selama periode reli harga emas tahun 2025. Peningkatan valuasi pasar menggambarkan ekspektasi pasar terhadap performa perusahaan di masa depan dan prospek terhadap pasar emas.