Penelitian ini dilakukan guna mengetahui valuasi PT Bumi Resources Minerals Tbk
(BRMS) di tengah reli harga emas global pada tahun 2025. Kenaikan signifikan
harga emas dunia secara global menciptakan kondisi yang menguntungkan
terhadap perusahaan tambang emas dan mendorong peningkatan valuasi pasar
BRMS secara signifikan. Namun, kenaikan harga saham tersebut menimbulkan
pertanyaan apakah valuasi perusahan telah menggambarkan kinerja fundamental
atau lebih dipengaruhi oleh ekspektasi pasar yang bersifat spekulatif. Penelitian
ini menggunakan metode valuasi kuantitatif berupa DCF dengan pendekatan
FCFF serta metode relative valuation menggunakan PER dan PBV. Analisis
kinerja keuangan juga dilakukan meliputi rasio profitabilitas, efisiensi, leverage,
dan indikator berbasis pasar. Penelitan ini menggunakan data sekunder yang
diperoleh dari laporan keuangan BRMS dan berbagai database keuangan yang
relevan selama periode 2021-2025. Hasil penelitian menunjukan BRMS perbaikan
kinerja keuangan secara bertahap selama periode pengamatan khususnya pada
profitabilitas, efesiensi operasional, dan kierja laba yang didukung oleh kenaikan
tren harga emas serta kondisi baik terhadap sektor pertambangan emas. Namun,
hasil dari valuasi konsisten menunjukan bahwa saham BRMS diperdagangkan
diatas harga nilai intrinsiknya. Valuasi DCF menghasilkan nilai intrinsik Rp43.05
per saham, pendekatan relative valuation dengan menghasilkan nilai estimasi
wajar Rp609.59 per saham berdasarkan PBV dan Rp96.28 berdasarkan PER yang
seluruhnya berada dibawah harga pasar sebesar Rp1,100 per saham. Secara
keseluruhan, hasil penelitian menunjukan bahwa saham BRMS overvalued selama
periode reli harga emas tahun 2025. Peningkatan valuasi pasar menggambarkan
ekspektasi pasar terhadap performa perusahaan di masa depan dan prospek
terhadap pasar emas.
Perpustakaan Digital ITB