Ruang udara di atas Sumatra merupakan salah satu koridor penerbangan tersibuk di
Indonesia yang rentan terhadap gangguan atmosfer akibat sistem cuaca berskala
besar. Siklon Tropis Senyar yang berkembang di Selat Malaka pada November
2025 berpotensi memodifikasi medan angin dan stabilitas atmosfer pada ketinggian
jelajah pesawat melalui struktur outflow-nya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi distribusi spasial dan evolusi temporal turbulensi di zona jelajah
pesawat (FL300–FL400) selama siklus hidup Siklon Tropis Senyar, serta
mengklasifikasikan tingkat keparahannya berdasarkan besaran vertical wind shear
Penelitian ini menggunakan simulasi model WRF-ARW dengan konfigurasi dua
domain bersarang beresolusi 9 km dan 3 km, diinisialisasi menggunakan data NCEP
FNL untuk periode 21–29 November 2025. Identifikasi turbulensi dilakukan
menggunakan gradient Richardson Number (Ri) dengan ambang kritis Ri < 0,25
pada level model 20–24, sedangkan klasifikasi keparahan menggunakan besaran
bulk VWS yang diterapkan hanya pada area turbulen. Verifikasi dilakukan
menggunakan citra brightness temperature Himawari-8/9 dan data radiosonde dari
tiga stasiun di sekitar domain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa turbulensi mekanis terkonsentrasi di sisi
selatan pusat siklon dan tidak berimpit dengan inti konveksi terdalam. Sebaran
turbulensi terluas terjadi pada fase prasiklon (25 November 05Z, 13,8% domain),
13 jam sebelum puncak intensitas siklon (25 November 18Z, 996 hPa, 45 knot),
dengan puncak sekunder pada fase pelemahan (27 November 06Z, 11,5%).
Turbulensi severe–extreme juga memuncak pada fase prasiklon (1,28%) dan
pelemahan (0,86%), sementara pada puncak intensitas siklon nyaris tidak
ditemukan (0,09%). Validasi menunjukkan model mereproduksi temperatur dengan
baik (r = 0,999) namun representasi angin masih lemah (r = 0,362), yang menjadi
sumber ketidakpastian utama simulasi.
Perpustakaan Digital ITB