digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Muhammad Airy Yulman
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Ruang udara di atas Sumatra merupakan salah satu koridor penerbangan tersibuk di Indonesia yang rentan terhadap gangguan atmosfer akibat sistem cuaca berskala besar. Siklon Tropis Senyar yang berkembang di Selat Malaka pada November 2025 berpotensi memodifikasi medan angin dan stabilitas atmosfer pada ketinggian jelajah pesawat melalui struktur outflow-nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi spasial dan evolusi temporal turbulensi di zona jelajah pesawat (FL300–FL400) selama siklus hidup Siklon Tropis Senyar, serta mengklasifikasikan tingkat keparahannya berdasarkan besaran vertical wind shear Penelitian ini menggunakan simulasi model WRF-ARW dengan konfigurasi dua domain bersarang beresolusi 9 km dan 3 km, diinisialisasi menggunakan data NCEP FNL untuk periode 21–29 November 2025. Identifikasi turbulensi dilakukan menggunakan gradient Richardson Number (Ri) dengan ambang kritis Ri < 0,25 pada level model 20–24, sedangkan klasifikasi keparahan menggunakan besaran bulk VWS yang diterapkan hanya pada area turbulen. Verifikasi dilakukan menggunakan citra brightness temperature Himawari-8/9 dan data radiosonde dari tiga stasiun di sekitar domain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa turbulensi mekanis terkonsentrasi di sisi selatan pusat siklon dan tidak berimpit dengan inti konveksi terdalam. Sebaran turbulensi terluas terjadi pada fase prasiklon (25 November 05Z, 13,8% domain), 13 jam sebelum puncak intensitas siklon (25 November 18Z, 996 hPa, 45 knot), dengan puncak sekunder pada fase pelemahan (27 November 06Z, 11,5%). Turbulensi severe–extreme juga memuncak pada fase prasiklon (1,28%) dan pelemahan (0,86%), sementara pada puncak intensitas siklon nyaris tidak ditemukan (0,09%). Validasi menunjukkan model mereproduksi temperatur dengan baik (r = 0,999) namun representasi angin masih lemah (r = 0,362), yang menjadi sumber ketidakpastian utama simulasi.