Mesin CNC bench lathe 2 axis adalah mesin perkakas berukuran compact yang dituntut memiliki tingkat keakurasian geometrik yang tinggi sebagaimana mesin perkakas atau mesin CNC bubut lainnya. Akurasi geometrik mesin sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil permesinan, sehingga perlu dilakukan pengujian keakurasian geometrik berdasarkan standar ISO 1708:1989. Pengujian ini dilakukan terhadap dua puluh kriteria pengujjian, hasilnya adalah sembilan belas dari dua puluh pengujian yang dilakukan tidak memenuhi batas toleransi yang diizinkan, hal ini menunjukan bahwa mesin tidak lolos standar dan perlu dilakukan redesign karena kondisi mesin yang tidak bisa dilakukan adjustment. Hal tersebut diduga karena adanya permasalahan pada dimensi dan toleransi geometrik komponen penyusun mesin yang berpengaruh terhadap akurasi keseluruhan hasil perakitan karena seluruh toleransi komponen mesin tersebut menggunakan toleransi umum pada saat proses perancangannya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, analisis tumpukan toleransi diperlukan agar setiap komponen memiliki toleransi yang tepat dan sesuai sehingga ketika dilakukan redesign, rework, dan reassembly pada mesin, hasil pengujian ulang geometri berdasarkan ISO 1708, mesin akan memenuhi standar. Analisis tumpukan toleransi sudah dilakukan dan analisis ini diawali dengan identifikasi fitur pada setiap komponen mesin, kemudian pembuatan Liaison Diagram, kemudian penentuan key characteristic yang diadaptasi dari ISO 1708. Pada saat tahap analisis, terdapat enam key characteristic (KC) yang digunakan yang masing-masing diambil dari pengujian geometrik G2, G6, G7, G10, G11, dan G13. Hasil akhir dari penelitian ini berupa penentuan nilai toleransi geometri dan dimensi yang diperlukan pada setiap fitur komponen. Dengan demikian, gambar produksi yang dihasilkan telah dilengkapi spesifikasi toleransi dimensi dan geometrik, sehingga mesin yang dirancang memiliki kualitas geometrik yang memadai dan memenuhi persyaratan standar ISO 1708.
Perpustakaan Digital ITB