Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menjadi salah satu alternatif energi
rendah karbon yang dipertimbangkan Indonesia untuk mendukung ketahanan
energi dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060. Penelitian ini
bertujuan membandingkan kelayakan teknologi APR1400, SMART100, dan
NuScale untuk diterapkan pada sistem ketenagalistrikan Indonesia. Metode yang
digunakan meliputi analisis Levelized Cost of Electricity (LCOE) untuk
mengevaluasi aspek ekonomi serta analisis PESTEL (Political, Economic, Social,
Technological, Environmental, Legal) untuk menilai faktor eksternal yang
memengaruhi implementasi PLTN. Hasil analisis menunjukkan bahwa APR1400
memiliki nilai LCOE terendah sebesar 72,5 USD/MWh sehingga menjadi teknologi
paling ekonomis dibandingkan SMART100 sebesar 102,5 USD/MWh dan NuScale
sebesar 115 USD/MWh. Namun, hasil analisis PESTEL menunjukkan bahwa
SMART100 memperoleh skor tertinggi karena memiliki kapasitas yang lebih
sesuai dengan karakteristik sistem kelistrikan Indonesia, kebutuhan investasi yang
lebih rendah, serta sistem keselamatan pasif yang modern. Berdasarkan hasil
penelitian, SMART100 direkomendasikan sebagai pilihan implementasi awal
PLTN di Indonesia, sedangkan APR1400 lebih sesuai untuk pengembangan jangka
panjang pada sistem interkoneksi besar seperti Jawa–Bali.
Perpustakaan Digital ITB