Selat Lombok memiliki dinamika oseanografi yang kompleks, dengan
pencampuran vertikal yang sangat intensif akibat interaksi antara Arus Lintas
Indonesia (ARLINDO), pasang surut, dan topografi selat. Penelitian ini mengkaji
variasi struktur vertikal klorofil-a dan karakteristik Deep Chlorophyll Maximum
(DCM) di perairan Selatan Selat Lombok menggunakan 94 profil CTD beresolusi
temporal 3 jam yang direkam pada 13–25 Maret 2021. Identifikasi DCM dilakukan
berdasarkan kriteria Baldry dkk. (2024) yang disesuaikan dengan status kesuburan
perairan. Dari 94 profil CTD, sebanyak 73 profil (78%) berhasil mengidentifikasi
DCM yang valid. DCM ditemukan secara konsisten pada rentang kedalaman 19
66 m (rata-rata 37,5 m) dengan konsentrasi puncak 0,506–1,013 mg/m³. Analisis
posisi vertikal DCM terhadap struktur kolom air menunjukkan distribusi vertikal
yang sangat spesifik dan berhimpit: 10% profil berada di dalam Lapisan
Pencampuran (Mixed Layer Depth/MLD), mayoritas sebesar 85% terperangkap di
zona transisi (antara batas bawah MLD dan batas atas termoklin), dan 5% DCM
berada di dalam lapisan termoklin. DCM selalu berada di atas pusat piknoklin
dengan jarak rata-rata 62,0 m, dan korelasi Pearson antara keduanya sangat lemah
(r = ?0,14). Hal ini menegaskan bahwa variabilitas vertikal DCM dominan diatur
oleh kondisi fisis-optik: MLD bertindak sebagai penghalang pergerakan ke lapisan
permukaan akibat turbulensi lapisan atas, sementara zona eufotik (1% PAR pada
kedalaman 38–43 m) menjadi batas bawah pergerakan vertikal DCM. Analisis
spektral Lomb-Scargle menunjukkan ketiadaan sinyal periodik yang signifikan
pada deret waktu kedalaman DCM (daya puncak tertinggi 0,15, berada di bawah
ambang batas signifikansi FAP 5% sebesar 0,24). Ketiadaan dominasi ini
mengindikasikan bahwa pergerakan vertikal DCM tidak diatur oleh periodisitas
pasang surut secara tunggal, melainkan akibat dari kompleksitas interaksi
hidrodinamika lokal yang terus-menerus menekan batas ruang spasialnya.
Perbandingan dengan data model CMEMS sepanjang tahun 2021 menghasilkan Z
score sebesar 0,458, mengonfirmasi bahwa kondisi struktural DCM ini adalah
representasi tipikal dari dinamika transisi monsun di perairan tersebut.
Perpustakaan Digital ITB