Registrasi global vaksin polio dipengaruhi oleh perbedaan persyaratan regulasi
antarnegara, variasi kapasitas National Regulatory Authority (NRA), dinamika
kebijakan kesehatan global, serta perkembangan digitalisasi sistem registrasi.
Kondisi tersebut menimbulkan tantangan dalam menjaga kepatuhan regulatori
sekaligus mendukung keberlanjutan akses pasar internasional. Penelitian ini
bertujuan menganalisis strategi dan tantangan registrasi global vaksin polio,
termasuk risiko yang muncul dalam proses registrasi internasional. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada fungsi
Regulatory Affairs (RA), melalui wawancara dengan para pemangku kepentingan
terkait serta telaah terhadap dokumen regulatory dan dokumen internal perusahaan.
Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengacu pada kerangka
manajemen risiko ISO 31000:2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko
registrasi global vaksin polio umumnya berada pada tingkat risiko inheren tinggi,
terutama terkait perbedaan persyaratan regulatory, ketergantungan pada
mekanisme evaluasi eksternal, kompleksitas koordinasi internal, serta kesiapan
sistem dan sumber daya manusia dalam menghadapi digitalisasi registrasi.
Pemanfaatan WHO-PQ dan WHO-CRP serta pendekatan modular ICH-
CTD/eCTD meningkatkan efektivitas registrasi dan pengelolaan risiko, dengan
keberhasilan yang bergantung pada kesiapan internal organisasi. Penelitian ini
menegaskan bahwa integrasi strategi registrasi global, manajemen risiko, dan
transformasi digital menjadi faktor kunci dalam mendukung keberlanjutan akses
pasar internasional vaksin polio oral, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan
dalam memenuhi sekitar 70% kebutuhan global vaksin polio oral melalui
mekanisme pengadaan internasional.
Perpustakaan Digital ITB