digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Mohamad Bagas Imansyah
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

WPP-NRI 713 merupakan wilayah yang rentan terhadap pemanasan laut dan stres termal yang berpotensi memengaruhi ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola spasial dan temporal Sea Surface Temperature (SST), HotSpot, dan Degree Heating Week (DHW), mengidentifikasi tren pemanasan laut dan periode DHW ekstrem selama 1995–2024, serta menganalisis hubungan DHW dengan Oceanic Niño Index (ONI) dan Dipole Mode Index (DMI). Penelitian menggunakan data SST harian NOAA Coral Reef Watch beresolusi 5 km. HotSpot dihitung dari selisih SST terhadap Maximum Monthly Mean (MMM), sedangkan DHW dihitung dari akumulasi HotSpot ?1°C selama 84 hari (12 minggu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan SST, HotSpot, dan DHW tinggi terkonsentrasi di Selat Makassar bagian selatan, Teluk Bone, dan Laut Flores bagian utara yang sebagian berdekatan dengan sebaran terumbu karang. Hasil uji Mann-Kendall dan Sen's slope menunjukkan tren peningkatan yang signifikan pada SST (0,026349702 °C/tahun), HotSpot (0,002891244 °C/tahun), dan DHW (0,00228571 °C-weeks/tahun). Periode DHW ekstrem terutama terjadi pada tahun 2010 (intensitas tertinggi, 5,52 °C-weeks), 2016 (durasi 272 hari dengan 3 kejadian), dan 2024 (3 kejadian dengan durasi total 261 hari). Analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa hubungan DHW dengan ENSO lebih kuat dibandingkan IOD, dengan korelasi maksimum terhadap ONI sebesar r = 0,41359874 pada lag enam bulan dan terhadap DMI sebesar r = 0,27506879 pada lag lima bulan. Sebagian besar kejadian DHW ekstrem terjadi pada kondisi ENSO dan IOD netral, menunjukkan bahwa pembentukan DHW dipengaruhi oleh akumulasi panas yang dikontrol oleh variabilitas iklim dan dinamika oseanografi regional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa WPP-NRI 713 mengalami peningkatan stres termal selama tiga dekade terakhir dan dapat menjadi dasar pengembangan early warning system serta pengelolaan terumbu karang dan perikanan yang adaptif terhadap perubahan iklim.