digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pekerjaan reklamasi dengan metode Cement Pipe Mixing (CPM) merupakan rangkaian produksi yang mencakup pengerukan material, fracturing, injeksi cement slurry, pencampuran melalui perpipaan, pemompaan, dan penempatan material. Perubahan parameter teknis, operasional, material, dan harga dapat memengaruhi biaya dan jadwal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko, menganalisis sensitivitas biaya dan jadwal, menentukan parameter dominan, serta merumuskan mitigasi pekerjaan CPM. Penelitian dilakukan pada pekerjaan CPM Proyek Terminal Peti Kemas No. 2 Pelabuhan Patimban Tahap 1–2 Paket 6. Risiko diidentifikasi melalui studi literatur, pedoman teknis, dan dokumen proyek. Analisis sensitivitas deterministik menggunakan pendekatan One-at-a-Time dengan perubahan parameter ?20%, ?10%, ?5%, 0%, +5%, +10%, dan +20%, sedangkan parameter lain dipertahankan pada kondisi baseline. Biaya dihitung menggunakan Microsoft Excel dan waktu dianalisis menggunakan Microsoft Project. Baseline penelitian adalah Rp666.215.151.053,75 dan 164,64 hari. Identifikasi menghasilkan 42 kejadian risiko, terdiri atas 10 risiko kuantitatif dan 32 risiko kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa parameter dominan terhadap jadwal adalah P-02 Produktivitas Pengerukan dan P-03 Waktu Fracturing per Subsiklus, dengan rentang respons 9,62% dan 9,48%. Parameter dominan terhadap biaya adalah P-05 Harga Satuan Semen dan P-06 Kadar Semen dengan rentang respons 12,10%, diikuti P-09 Harga Satuan Solar sebesar 8,68%. Pada perubahan ±20%, P-05 dan P-06 masing-masing mengubah biaya sebesar ?6,05% hingga +6,05%, sedangkan P-09 sebesar ?4,34% hingga +4,34%. Parameter harga satuan tidak memengaruhi waktu penyelesaian karena hanya mengubah biaya. Kebaruan penelitian terletak pada pemetaan risiko menjadi parameter kuantitatif CPM dan pemeringkatan sensitivitas biaya serta jadwal secara terpisah. Mitigasi diarahkan pada pemeliharaan peralatan, pemantauan proses, pengadaan dan persediaan material, kalibrasi alat, serta pengendalian konsumsi semen dan solar.