digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Diva Aulia Rahma
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Aktivitas industri pengolahan emas berpotensi menghasilkan emisi Total Suspended Particulate (TSP) yang dapat memengaruhi kualitas udara di sekitarnya. Pola sebaran TSP dipengaruhi oleh kondisi meteorologi, seperti arah dan kecepatan angin, temperatur, kelembapan, serta stabilitas atmosfer. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola sebaran TSP dan menganalisis pengaruh kondisi meteorologi terhadap sebaran TSP di kawasan industri pengolahan emas Kabupaten Banyuwangi. Pemodelan dispersi dilakukan menggunakan American Meteorological Society/Environmental Protection Agency Regulatory Model (AERMOD) dengan enam cerobong operasional sebagai sumber emisi. Data meteorologi diperoleh dari empat stasiun Automatic Weather Station (AWS), sedangkan data emisi berasal dari pemantauan cerobong. Analisis dilakukan pada 24-25 Januari 2025 dan 25-26 April 2025, yang masing-masing dibagi menjadi periode siang (08.00-19.50 WIB) dan malam (20.00-07.50 WIB) untuk mengevaluasi pengaruh variasi meteorologi terhadap pola sebaran dan konsentrasi TSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran TSP mengikuti arah angin dominan pada setiap periode pengamatan. Pada 24-25 Januari 2025, plume bergerak ke arah utara pada siang hari dan bergeser ke timur laut pada malam hari, sedangkan pada 25-26 April 2025 plume bergerak ke arah utara hingga barat laut pada siang hari dan ke arah barat hingga barat laut pada malam hari. Konsentrasi rata-rata TSP meningkat dari 0,021 menjadi 0,024 ?g/m3 pada 24-25 Januari dan dari 0,045 menjadi 0,050 ?g/m3 pada 25-26 April akibat atmosfer yang lebih stabil pada malam hari sehingga pencampuran vertikal dan dispersi polutan menjadi kurang efektif. Selain itu, konsentrasi TSP pada 25-26 April lebih tinggi dibandingkan 24- 25 Januari karena dipengaruhi oleh laju emisi cerobong yang lebih besar serta kecepatan angin yang lebih rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi meteorologi berperan penting dalam menentukan pola sebaran dan tingkat konsentrasi TSP di wilayah studi.