Aktivitas industri pengolahan emas berpotensi menghasilkan emisi Total Suspended
Particulate (TSP) yang dapat memengaruhi kualitas udara di sekitarnya. Pola
sebaran TSP dipengaruhi oleh kondisi meteorologi, seperti arah dan kecepatan
angin, temperatur, kelembapan, serta stabilitas atmosfer. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi pola sebaran TSP dan menganalisis pengaruh kondisi meteorologi
terhadap sebaran TSP di kawasan industri pengolahan emas Kabupaten
Banyuwangi.
Pemodelan dispersi dilakukan menggunakan American Meteorological
Society/Environmental Protection Agency Regulatory Model (AERMOD) dengan
enam cerobong operasional sebagai sumber emisi. Data meteorologi diperoleh dari
empat stasiun Automatic Weather Station (AWS), sedangkan data emisi berasal dari
pemantauan cerobong. Analisis dilakukan pada 24-25 Januari 2025 dan 25-26 April
2025, yang masing-masing dibagi menjadi periode siang (08.00-19.50 WIB) dan
malam (20.00-07.50 WIB) untuk mengevaluasi pengaruh variasi meteorologi
terhadap pola sebaran dan konsentrasi TSP.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran TSP mengikuti arah angin
dominan pada setiap periode pengamatan. Pada 24-25 Januari 2025, plume bergerak
ke arah utara pada siang hari dan bergeser ke timur laut pada malam hari, sedangkan
pada 25-26 April 2025 plume bergerak ke arah utara hingga barat laut pada siang
hari dan ke arah barat hingga barat laut pada malam hari. Konsentrasi rata-rata TSP
meningkat dari 0,021 menjadi 0,024 ?g/m3 pada 24-25 Januari dan dari 0,045
menjadi 0,050 ?g/m3 pada 25-26 April akibat atmosfer yang lebih stabil pada
malam hari sehingga pencampuran vertikal dan dispersi polutan menjadi kurang
efektif. Selain itu, konsentrasi TSP pada 25-26 April lebih tinggi dibandingkan 24-
25 Januari karena dipengaruhi oleh laju emisi cerobong yang lebih besar serta
kecepatan angin yang lebih rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi
meteorologi berperan penting dalam menentukan pola sebaran dan tingkat
konsentrasi TSP di wilayah studi.
Perpustakaan Digital ITB