Peternakan ayam petelur skala kecil dan menengah di Indonesia kerap mengalami
kegagalan produksi tanpa cara terstruktur untuk mengukur dampak finansialnya
atau memilih strategi mitigasi. Penelitian ini membahas kesenjangan tersebut
melalui studi kasus pada PT RHA, peternakan ayam petelur terintegrasi vertikal di
Sumatera Barat dengan populasi lebih dari 40.000 ekor. Dengan desain studi kasus
eksplanatif-terapan, data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur
terhadap delapan pemangku kepentingan serta kuesioner AHP secara terpisah,
didukung empat observasi lapangan dan data operasional-keuangan internal
selama 48 bulan (2021–2024). Wawancara mengidentifikasi tiga akar penyebab
kegagalan produksi 2023: kekebalan kawanan tidak stabil akibat vaksinasi tidak
teratur, kelalaian rantai dingin, dan celah biosekuriti; protein pakan tidak
konsisten; serta tidak adanya sistem pemantauan risiko. Ketiga penyebab ini diukur
secara finansial menggunakan Cost of Failure (CoF), Value at Risk (VaR), dan
Risk-Adjusted Return on Capital (RAROC). Total kerugian 2023 diestimasi sekitar
Rp1,54 miliar, dengan 68 persen bersifat langsung dan dapat dicegah. Analisis
VaR menggunakan simulasi Monte Carlo setelah uji normalitas menolak
pendekatan parametrik, menunjukkan Conditional VaR 99 persen sekitar Rp550,5
juta. RAROC dasar sebesar 21,4 persen dapat meningkat menjadi 101,7 persen
dengan strategi preventif. Temuan-temuan ini disintesis melalui AHP bersama
delapan pemangku kepentingan pada lima kriteria berbobot (CR = 0,0099),
menghasilkan peringkat tiga alternatif mitigasi. Strategi Pencegahan dan
Eliminasi Risiko dengan standardisasi rantai dingin vaksin, peningkatan
biosekuriti, audit pemasok pakan, dan pelatihan staf menjadi prioritas utama,
diikuti strategi pemantauan dan ketahanan finansial yang kondisional setelah
strategi utama beroperasi. Penelitian ini menghasilkan kerangka kerja berbasis
bukti yang dapat direplikasi, mengintegrasikan analisis akar penyebab,
kuantifikasi risiko finansial, dan pengambilan keputusan multikriteria, memberikan
jalur praktis bagi PT RHA dan peternakan sejenis untuk beralih dari manajemen
krisis reaktif menuju mitigasi risiko terstruktur dan berbasis data.
Perpustakaan Digital ITB