Pipa bawah laut merupakan infrastruktur yang sangat krusial dalam sistem
transportasi minyak, khususnya pada kegiatan produksi minyak dan gas di wilayah
lepas pantai, karena berfungsi sebagai sarana utama untuk menyalurkan fluida
hidrokarbon dari fasilitas produksi menuju fasilitas pemrosesan atau fasilitas darat.
Keandalan sistem pipa bawah laut ini menjadi aspek yang sangat penting mengingat
potensi kegagalan pipa dapat menimbulkan dampak signifikan baik dari sisi
keselamatan, lingkungan, maupun kerugian ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan
pendekatan analisis risiko yang mampu merepresentasikan kondisi sistem secara
lebih realistis, termasuk dalam menghadapi keterbatasan data kegagalan yang
sering terjadi pada sistem perpipaan bawah laut. Salah satu pendekatan yang dapat
digunakan adalah Fuzzy Fault Tree Analysis (FFTA), yang memungkinkan integrasi
antara data kuantitatif dan penilaian pakar dalam bentuk linguistik untuk mengatasi
ketidakpastian pada metode fault tree analysis konvensional. Dalam penelitian ini,
metode FFTA diterapkan pada enam pipa minyak bawah laut yang beroperasi di
wilayah Northwest Java dengan memanfaatkan data inspeksi dan operasional yang
tersedia, serta mempertimbangkan interval inspeksi selama empat tahun dalam
perhitungan laju kegagalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa estimasi
probabilitas kegagalan top event berupa kegagalan pipa berada pada rentang sekitar
0,01 hingga 0,06, yang mencerminkan perbedaan kondisi operasional, riwayat
kebocoran, serta tingkat degradasi masing-masing pipa. Selain itu, hasil analisis
juga mengindikasikan bahwa faktor riwayat kebocoran merupakan kontributor
paling dominan terhadap potensi kegagalan pipa, diikuti oleh lamanya umur
operasional pipa, dan kerusakan dinding pipa, sedangkan faktor tindakan
pengendalian integritas preventif memiliki pengaruh yang relatif lebih kecil. Secara
keseluruhan, penerapan metode FFTA menunjukkan kemampuan dalam
menghasilkan estimasi probabilitas kegagalan yang lebih berbasis kondisi aktual
(condition-based), sehingga dapat mendukung proses prioritisasi risiko dan
pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam pengelolaan integritas pipa
minyak bawah laut.
Perpustakaan Digital ITB