digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Daniel Pandu Kusuma
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

SKRIPSI Daniel Pandu Kusuma_12322072
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

Penambangan bawah tanah dengan metode block caving menyebabkan perubahan kondisi tegangan yang kompleks pada massa batuan dan dapat memicu ketidakstabilan di sekitar area cave. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis redistribusi tegangan pada tambang bawah tanah metode block caving melalui integrasi data mikroseismik, seismic moment tensor inversion, dan pemodelan numerik geomekanika. Data yang digunakan mencakup 603.106 kejadian mikroseismik selama 20 bulan, data SMTI, serta geometri cave berkala. Metode yang diterapkan meliputi analisis b-value secara keseluruhan, temporal, dan spasial, analisis cluster mikroseismik dan kemenerusan fault menggunakan rosette diagram serta Principal Component Analysis, focal mechanism Stress inversion menggunakan MSATSI, dan pemodelan numerik menggunakan RS2 dan RS3.Hasil Goodness of Fit Test menunjukkan magnitude of completeness sebesar -0,90. Nilai b-value keseluruhan sebesar 1,04 dengan metode Maximum Likelihood Estimation dan 1,09 dengan regresi linear. Analisis temporal menunjukkan bahwa pendekatan event window 500 event dengan sliding window 50 event lebih mampu menangkap penurunan b-value sebelum significant microseismic event dibandingkan pendekatan time window. Secara spasial, b-value berkisar antara 0,3 hingga lebih dari 2,6. Zona b-value tinggi umumnya berada pada area cave propagation besar, sedangkan zona b-value rendah berada pada area dengan cave propagation kecil. Analisis cluster menunjukkan bahwa cluster 1 dan 3 berkaitan dengan cave propagation, sedangkan cluster 2 dan 4 memiliki orientasi dominan dan indikasi kemenerusan fault. Hasil PCA menghasilkan orientasi bidang sekitar N105°E/53°NE pada cluster 2 dan N70°E/89°NW pada cluster 4. Stress inversion menunjukkan bahwa arah ?1 lebih terkonstraint dibandingkan ?2 dan ?3. Perbandingan dengan pemodelan numerik menunjukkan bahwa orientasi ?1 memiliki kesesuaian terbaik, dengan perbedaan terendah mencapai 6.9% sedangkan rata-rata perbedaan keseluruhan mencapai 32,77% pada zona cluster 1 dan 70,78% pada zona cluster 3. Pemodelan RS2 menunjukkan bahwa fault hasil PCA cluster 4 berada pada orientasi kritis dan mengalami failure seiring perkembangan cave. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi mikroseismik dan pemodelan numerik dapat memperkuat interpretasi redistribusi tegangan pada tambang block caving