digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Jalan Tol Cisumdawu Seksi Cimalaka-Paseh merupakan ruas jalan tol dengan perkerasan kaku yang memerlukan program pemeliharaan untuk dapat mempertahankan kondisi fungsional perkerasan agar dapat melayani dengan optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi perkerasan jalan berdasarkan Pavement Condition Index (PCI), International Roughness Index (IRI), dan Present Serviceability Index (PSI), memprediksi penurunan kondisi perkerasan selama 5 tahun, serta menyusun program pemeliharaan jalan berdasarkan decision tree sesuai SE Dirjen Bina Marga No. 09/SE/Db/2021. Selanjutnya dilakukan evaluasi kesesuaian penerapan decision tree pada jalan tol dan dilakukan penyesuaian nilai ambang batas IRI sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum Jalan Tol pada decision tree. Berdasarkan hasil penilaian kondisi eksisting pada tahun 2024, lajur L2, L1, dan R1 memiliki nilai IRI rata-rata sebesar 3,9 m/km, sedangkan lajur R2 4,1 m/km. Adapun hasil penilaian PCI 2025 adalah “Sangat Baik” dengan nilai rata-rata di atas 85 pada keempat lajur. Sementara itu, nilai PSI tahun 2024 menunjukkan bahwa kenyamanan berkendara lajur L2 dan R1 dinilai “Cukup” dengan nilai PSI 2,0 dan pada lajur L1 dan R2 dinilai “Buruk” dengan nilai 1,9. Hasil predikisi menunjukkan adanya kecenderungan penurunan kondisi perkerasan selama periode analisis. Program pemeliharaan didominasi oleh pemeliharaan rutin dan preventif dengan estimasi kebutuhan biaya paling tinggi pada tahun 2025 sebesar Rp 1,723 Miliyar. Program pemeliharaan mampu memperlambat laju deteriorasi perkerasan, namun perlu dilakukan penyesuaian ambang batas IRI berdasarkan SPM jalan tol. Usulan penyesuaian ambang batas IRI pada decision tree mampu membuat nilai IRI memenuhi ambang batas SPM, namun dibutuhkan biaya pemeliharaan yang sangat besar pada tahun awal.