Jalan Tol Cisumdawu Seksi Cimalaka-Paseh merupakan ruas jalan tol dengan
perkerasan kaku yang memerlukan program pemeliharaan untuk dapat
mempertahankan kondisi fungsional perkerasan agar dapat melayani dengan
optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi perkerasan jalan
berdasarkan Pavement Condition Index (PCI), International Roughness Index (IRI),
dan Present Serviceability Index (PSI), memprediksi penurunan kondisi perkerasan
selama 5 tahun, serta menyusun program pemeliharaan jalan berdasarkan decision
tree sesuai SE Dirjen Bina Marga No. 09/SE/Db/2021. Selanjutnya dilakukan
evaluasi kesesuaian penerapan decision tree pada jalan tol dan dilakukan
penyesuaian nilai ambang batas IRI sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum
Jalan Tol pada decision tree.
Berdasarkan hasil penilaian kondisi eksisting pada tahun 2024, lajur L2, L1, dan
R1 memiliki nilai IRI rata-rata sebesar 3,9 m/km, sedangkan lajur R2 4,1 m/km.
Adapun hasil penilaian PCI 2025 adalah “Sangat Baik” dengan nilai rata-rata di
atas 85 pada keempat lajur. Sementara itu, nilai PSI tahun 2024 menunjukkan
bahwa kenyamanan berkendara lajur L2 dan R1 dinilai “Cukup” dengan nilai PSI
2,0 dan pada lajur L1 dan R2 dinilai “Buruk” dengan nilai 1,9. Hasil predikisi
menunjukkan adanya kecenderungan penurunan kondisi perkerasan selama periode
analisis. Program pemeliharaan didominasi oleh pemeliharaan rutin dan preventif
dengan estimasi kebutuhan biaya paling tinggi pada tahun 2025 sebesar Rp 1,723
Miliyar. Program pemeliharaan mampu memperlambat laju deteriorasi perkerasan,
namun perlu dilakukan penyesuaian ambang batas IRI berdasarkan SPM jalan tol.
Usulan penyesuaian ambang batas IRI pada decision tree mampu membuat nilai
IRI memenuhi ambang batas SPM, namun dibutuhkan biaya pemeliharaan yang
sangat besar pada tahun awal.
Perpustakaan Digital ITB