digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Zakiyya Anandita Akbar
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Zakiyya Anandita Akbar
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Zakiyya Anandita Akbar
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Zakiyya Anandita Akbar
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Zakiyya Anandita Akbar
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Zakiyya Anandita Akbar
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Zakiyya Anandita Akbar
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Zakiyya Anandita Akbar
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Monyet ekor panjang ( Macaca fascicularis Raffles, 1821) merupakan primata yang adaptif terhadap tekanan antropogenik. Di Kawasan Pelestarian Alam (KPA) Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Tahura Djuanda), peningkatan populasinya yang tidak seimbang dengan ketersediaan pakan alami dapat menyebabkan perubahan perilaku dan peningkatan konflik dengan manusia. Penelitian ini dilakukan untuk mengestimasi populasi monyet ekor panjang dan ketersediaan tumbuhan pakannya di Tahura Djuanda, serta menentukan strategi kons ervasinya di area KPA ini.. Penelitian dilakukan selama bulan Juli 2025 – Februari 2026. Data perjumpaan monyet ekor panjang diperoleh menggunakan metode strip transect yang kemudian diolah menjadi angka estimasi populasi. Klastering lokasi perjumpaan mony et ekor panjang dilakukan sebagai dasar pemilihan lokasi analisis vegetasi menggunakan pendekatan sembilan nested plot di tiga klaster diikuti dengan kalkulasi Indeks Nilai Penting (INP) untuk setiap plot dalam klaster. Strategi konservasi dirumuskan mengg unakan metode SWOT - QSPM ( Strength , Weakness , Opportunity , Threat dan Quantitative Strategic Planning Matrix ) berdasarkan informasi ekologis dan data hasil wawancara dengan stakeholder konservasi yang relevan. Ditemukan bahwa spesies ini di Tahura Djuanda memiliki kepadatan populasi 0,398 individu/ha dan estimasi jumlah populasi 235 individu. Tumbuhan pakan yang dikonsumsi monyet ekor panjang meliputi sonokeling ( Dalbergia latifolia Roxb., INP 74,446) dan pinus ( Pinus merkusii Jungh. & de Vriese, INP 50,755) di klaster 1; kaliandra merah ( Calliandra calothyrsus Meisn., INP 84,594), Pinus merkusii (INP 78,296), dan loa ( Ficus racemosa L., INP 72,186) di klaster 2; serta Pinus merkusii (INP 186,571) di klaster 3. Berdasarkan analisis SWOT - QSPM, rekomendasi utama strategi konservasi spesies ini di Tahura Djuanda adalah melalui pengelolaan dan pengawasan interaksi manusia dan monyet serta penegakkan aturan yang ada guna menjaga perilaku m akan alami monyet.