digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Daya beli masyarakat berfungsi sebagai indikator krusial yang merefleksikan tingkat kesejahteraan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan barang maupun jasa. Variasi karakteristik ekonomi antarwilayah menyebabkan adanya perbedaan daya beli masyarakat. Provinsi Jawa Barat, sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, memperlihatkan dinamika ekonomi yang cukup kompleks. Hal ini tercermin dari adanya perbedaan PDRB per Kapita ADHK, inflasi, ketimpangan distribusi pendapatan, dan TPT di setiap kabupaten/kota. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pola spasial daya beli masyarakat, PDRB per Kapita ADHK, inflasi, Gini Ratio, dan TPT serta menganalisis pengaruh keempat variabel tersebut terhadap daya beli masyarakat di kabupaten/kota Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2012–2025 dalam bentuk unbalanced panel. Analisis spasial dilakukan menggunakan Global Moran’s I dan Moran Scatter Plot, sedangkan hubungan antarvariabel dievaluasi menggunakan regresi data panel. Berdasarkan hasil Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier, model yang paling sesuai adalah FEM. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat memiliki pola spasial yang signifikan menurut Global Moran’s I, yang didukung pula oleh pengelompokan wilayah dalam Moran Scatter Plot menjadi klaster HH, HL, LH, dan LL. Sebaliknya, PDRB per Kapita ADHK, inflasi, dan Gini Ratio tidak menunjukkan pola spasial yang signifikan, meskipun Moran Scatter Plot masih mampu mengidentifikasi variasi pola lokal di masing-masing kuadran. Adapun TPT memperlihatkan pola spasial signifikan dengan terbentuknya klaster wilayah yang memiliki karakteristik ketenagakerjaan serupa. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa PDRB per Kapita ADHK dan Gini Ratio berdampak positif terhadap daya beli masyarakat, sedangkan inflasi dan TPT memberikan pengaruh negatif. Secara keseluruhan, seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap daya beli masyarakat dengan nilai Adjusted R² sebesar 67,89%. Penelitian ini memberikan kontribusi berarti dalam pengembangan kajian ekonomi wilayah melalui integrasi analisis spasial dan regresi data panel, serta menyediakan informasi yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pengendalian inflasi, pemerataan pembangunan, dan penciptaan lapangan kerja.