ABSTRAK T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN T. Chalisya Nurul Az Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Daya beli masyarakat berfungsi sebagai indikator krusial yang merefleksikan tingkat
kesejahteraan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan barang maupun jasa. Variasi
karakteristik ekonomi antarwilayah menyebabkan adanya perbedaan daya beli masyarakat.
Provinsi Jawa Barat, sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, memperlihatkan
dinamika ekonomi yang cukup kompleks. Hal ini tercermin dari adanya perbedaan PDRB per
Kapita ADHK, inflasi, ketimpangan distribusi pendapatan, dan TPT di setiap kabupaten/kota.
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pola spasial daya beli masyarakat, PDRB per Kapita
ADHK, inflasi, Gini Ratio, dan TPT serta menganalisis pengaruh keempat variabel tersebut
terhadap daya beli masyarakat di kabupaten/kota Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah
pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS)
periode 2012–2025 dalam bentuk unbalanced panel. Analisis spasial dilakukan menggunakan
Global Moran’s I dan Moran Scatter Plot, sedangkan hubungan antarvariabel dievaluasi
menggunakan regresi data panel. Berdasarkan hasil Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange
Multiplier, model yang paling sesuai adalah FEM. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa
daya beli masyarakat memiliki pola spasial yang signifikan menurut Global Moran’s I, yang
didukung pula oleh pengelompokan wilayah dalam Moran Scatter Plot menjadi klaster HH,
HL, LH, dan LL. Sebaliknya, PDRB per Kapita ADHK, inflasi, dan Gini Ratio tidak
menunjukkan pola spasial yang signifikan, meskipun Moran Scatter Plot masih mampu
mengidentifikasi variasi pola lokal di masing-masing kuadran. Adapun TPT memperlihatkan
pola spasial signifikan dengan terbentuknya klaster wilayah yang memiliki karakteristik
ketenagakerjaan serupa. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa PDRB per Kapita ADHK
dan Gini Ratio berdampak positif terhadap daya beli masyarakat, sedangkan inflasi dan TPT
memberikan pengaruh negatif. Secara keseluruhan, seluruh variabel berpengaruh signifikan
terhadap daya beli masyarakat dengan nilai Adjusted R² sebesar 67,89%. Penelitian ini
memberikan kontribusi berarti dalam pengembangan kajian ekonomi wilayah melalui integrasi
analisis spasial dan regresi data panel, serta menyediakan informasi yang dapat dijadikan acuan
dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan
kesejahteraan, pengendalian inflasi, pemerataan pembangunan, dan penciptaan lapangan kerja.
Perpustakaan Digital ITB