digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - INTAN YASMIN ALIFIAH
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Tutupan lahan merupakan informasi penting dalam berbagai bidang, seperti pertanian, pertambangan, kehutanan, perencanaan wilayah, dan pengelolaan lingkungan. Tutupan lahan pada suatu wilayah dapat berubah seiring berjalannya waktu akibat proses alam maupun aktivitas manusia. Perkembangan wilayah perkotaan Kota Cimahi berpotensi menyebabkan perubahan kondisi lingkungan, terutama pada tutupan vegetasi. Perubahan yang berlangsung secara terus-menerus dapat berimplikasi pada berkurangnya ruang terbuka hijau, meningkatnya suhu permukaan, menurunnya kemampuan resapan air, dan meningkatnya potensi genangan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi kondisi tutupan lahan Kota Cimahi berdasarkan nilai NDVI pada periode 2015–2024; (2) menganalisis perubahan tutupan lahan Kota Cimahi pada periode 2015–2024; dan (3) mengkaji implikasi perubahan tersebut terhadap ruang terbuka hijau, suhu permukaan, daya resap air, serta potensi genangan atau banjir. Penelitian dilaksanakan pada seluruh wilayah administratif Kota Cimahi dengan luas wilayah analisis sekitar 42,497 km². Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif, spasial, dan multitemporal melalui pengolahan citra Landsat 8 OLI/TIRS tahun 2015, 2018, 2021, dan 2024. Nilai NDVI dihitung menggunakan band 5 sebagai saluran inframerah dekat dan band 4 sebagai saluran merah. Nilai NDVI kemudian dikelompokkan menjadi lima kelas, yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Analisis dilakukan melalui penghitungan jumlah piksel, luas, persentase, dan perubahan antartahun. Google Earth hanya digunakan untuk pencocokan visual kondisi umum permukaan dengan peta NDVI, bukan sebagai metode validasi atau uji akurasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas vegetasi rendah mendominasi pada seluruh periode pengamatan. Persentase kelas rendah sebesar 60,25% pada tahun 2015, menurun menjadi 43,29% pada tahun 2018, kemudian meningkat menjadi 48,62% pada tahun 2021 dan sekitar 50,40% pada tahun 2024. Kelas tinggi mengalami peningkatan dari 5,18% pada tahun 2015 menjadi 14,99% pada tahun 2024. Kelas sangat tinggi meningkat tajam menjadi 20,10% pada tahun 2018, kemudian menurun menjadi 13,88% pada tahun 2021 dan 10,74% pada tahun 2024. Pola tersebut menunjukkan perubahan tutupan vegetasi yang fluktuatif. Dominasi kelas vegetasi rendah dan penurunan kelas sangat tinggi setelah tahun 2018 dapat mengindikasikan tekanan terhadap fungsi ekologis vegetasi, terutama apabila perubahan terjadi bersamaan dengan peningkatan kawasan terbangun. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi fungsi peneduhan, evapotranspirasi, intersepsi, dan infiltrasi. Pengelolaan tata ruang, perlindungan vegetasi yang masih rapat, serta penghijauan secara berkala diperlukan untuk menjaga kualitas lingkungan dan mendukung pembangunan Kota Cimahi yang berkelanjutan.