DAFTAR PUSTAKA ENGELBERTIN DADHA GOLE
EMBARGO  2029-08-07 
EMBARGO  2029-08-07 
LAMPIRAN ENGELBERTIN DADHA GOLE
EMBARGO  2029-08-07 
EMBARGO  2029-08-07 
Pariwisata berkelanjutan diusahakan menghasilkan manfaat bagi lingkungan sosial, ekonomi, alam dan kebudayaan destinasi. Penelitian mengenai pariwisata berkelanjutan masih didominasi oleh kajian dampak dari perspektif masyarakat atau komunitas lokal. Kajian yang secara spesifik menelaah bagaimana wisatawan memahami kepercayaan dan norma lokal, serta bagaimana pemahaman tersebut memengaruhi adaptasi perilaku mereka di daya tarik wisata, masih relatif terbatas. Dengan demikian penelitian ini bertujuan menganalisis pengetahuan dan kepatuhan wisatawan dalam memaknai kepercayaan dan norma lokal untuk membentuk cara wisatawan berperilaku di kawasan Desa Adat Canggu.
Metode yang digunakan adalah mix method dengan desain sequential explanatory. Pengambilan data primer dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan terkumpul 132 responden, observasi, dan wawancara. Data sekunder dikumpulkan melalui mengkaji literature akademik, dokumen kebijakan, dan data tambahan seperti data bps, dll. Alat analisis yang digunakan dalam mengukur tingkat pengetahuan dan ketaatan wisatawan adalah importance performance analysisis. Hasil analisis akan didukung dengan sintesis data wawancara yang diberikan oleh responden agar melihat apakah hasil analisis betul terbukti dilakukan atau tidak.
Dari semua proses yang dilakukan, disimpulkan bahwa wisatawan nusantara dan mancanegara memiliki dominasi motivasi berkunjung pada aktivitas rekreasi atau berlibur. Kemudian, dari analisis terdapat kepatuhan yang tinggi dalam keseharian wisatawan terhadap kepercayaan dan norma lokal. Namun, kepatuhan tersebut tidak
muncul dari pengetahuan maupun pemahaman mengenai atribut tersebut. Mayoritas kepatuhan wisatawan muncul karena adanya tekanan sosial atau faktor eksternal. Dalam penelitian ini pula teranalisis bahwa motivasi berkunjung wisatawan ke Desa Adat Canggu didominasi berlibur dan bekerja. Berdasarkan hasil wawancara, wisatawan lebih cenderung menikmati daya tarik wisata alam dibandingkan wisata spiritual di Desa Adat Canggu.
Penelitian ini juga merekomendasikan adanya mekanisme pengawasan dan evaluasi bagi pelaku usaha yang menyepelekan aturan atau meringankan perlakuan pada turis. Kepolisian juga diperlukan untuk menegakkan aturan jika ada pelanggar. Pelibatan pelaku usaha dalam menyebarkan informasi kepercayaan dan norma lokal diperlukan. Seperti wajib melakukan doa atau sembahyang dan menyiapkan sesajen setiap hari. Membentuk komunitas-komunitas peduli Canggu yang dapat diikuti oleh umum dengan menargetkan wisatawan, sehingga melalui itu dapat dipupuk dan direalisasikan nilai kepercayaan dan norma lokal Desa Adat Canggu. Semua rekomendasi ini dilakukan dengan tujuan mengupayakan dan memaksimalkan kepatuhan wisatawan yang berdasarkan dari pemahaman nilai kepercayaan dan norma lokal dan meminimalkan dampak negatif pariwisata terhadap identitas budaya lokal
Perpustakaan Digital ITB