ABSTRAK Melinda Alberta
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Melinda Alberta
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Melinda Alberta
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Melinda Alberta
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Melinda Alberta
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Melinda Alberta
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Melinda Alberta
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Melinda Alberta
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Freeze plug merupakan salah satu sistem keselamatan pasif pada Molten Salt
Reactor (MSR) yang berfungsi meleleh secara otomatis ketika terjadi kegagalan
sehingga garam bahan bakar dapat mengalir menuju drain tank. Studi ini bertujuan
untuk menganalisis karakteristik pelelehan freeze plug desain SWATH (Salt at
Wall: Thermal ExcHanges) pada Molten Chloride Salt Fast Modular Reactor
(MCSFMR), mengevaluasi akurasi model numerik, serta mengkaji pengaruh
variasi jumlah plug dan rasio pitch-to-diameter (P/D) terhadap waktu pelelehan.
Simulasi dilakukan menggunakan ANSYS Fluent dengan metode Finite
Volume dan model perubahan fasa enthalpy-porosity. Validasi model dilakukan
melalui tiga kasus acuan, yaitu pelelehan konduksi, pelelehan konveksi alami, dan
close-contact melting. Setelah validasi, simulasi diterapkan pada freeze plug
SWATH dengan konfigurasi 1-plug, 4-plug, dan 7-plug serta variasi rasio P/D
sebesar 1,05; 1,5; dan 2,0.
Hasil validasi menunjukkan model numerik mampu menghasilkan fenomena
pelelehan dengan baik. Konfigurasi 1-plug memiliki waktu pelelehan tercepat
sebesar 630 detik, sedangkan konfigurasi 4-plug dan 7-plug menghasilkan waktu
pelelehan antara 1800–2310 detik. Analisis distribusi liquid fraction menunjukkan
bahwa perpindahan panas didominasi oleh konduksi, sementara konveksi alami
menyebabkan pola pelelehan yang asimetris. Variasi rasio P/D menghasilkan
hubungan non-monoton terhadap waktu pelelehan, dengan nilai minimum
diperoleh pada konfigurasi 4-plug P/D 1,5. Dibandingkan desain referensi untuk
garam fluorida, waktu pelelehan yang lebih panjang pada penelitian ini dipengaruhi
oleh sifat termofisika garam klorida, terutama kalor laten yang lebih tinggi.
Perpustakaan Digital ITB