Banjir merupakan salah satu bencana yang masih sering terjadi di Indonesia.
Kebutuhan prediksi banjir yang akurat sangat dibutuhkan dalam sistem peringatan
dini pada kejadian banjir. Di sisi lain, penggunaan machine learning dalam prediksi
banjir sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa waktu
terakhir. Salah satu metode yang sudah terbukti andal dalam memprediksi banjir
secara akurat adalah penggunaan Long Short-Term Memory (LSTM) berbasis data
hujan satelit yang dilatih dengan debit bangkitan HEC-HMS pada Bendung
Katulampa. Namun, generalisasi model pada berbagai karakteristik DAS masih
perlu evaluasi lanjut. Dengan demikian, pada penelitian ini dilakukan evaluasi
terhadap pemodelan LSTM berbasis hujan satelit GSMaP dan debit HEC-HMS di
DAS Ciliwung Katulampa, DAS Tallo Makassar, dan DAS Tondano Manado. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa model LSTM mampu memprediksi debit dengan
performa yang baik sejauh 2 jam ke depan pada DAS Ciliwung dan DAS Tallo,
serta mampu memprediksi debit sejauh 8 jam ke depan pada DAS Tondano. Batas
prediksi model LSTM pada masing-masing DAS dibatasi oleh parameter fisik
berupa time to peak masing-masing DAS. Selain itu, arsitektur LSTM terbaik
terjadi pada model dengan satu layer LSTM dengan input berupa hujan dan debit
historis. Temuan ini menjadi kunci dalam pengembangan model LSTM ke depan
dan penerapannya dalam sistem peringatan dini.
Perpustakaan Digital ITB