Abstrak - ELISABETH LUMBANTOBING
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Metode konstruksi modular, melalui fabrikasi dan standardisasi komponen, berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan material dibandingkan metode konvensional. Namun, bukti empiris berbasis data proyek aktual di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan membandingkan potensi minimum waste material pada kedua metode serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi perbedaannya. Evaluasi dilakukan menggunakan Material Waste Rate (MWR) berdasarkan data pengadaan dan material terpasang pada tingkat proyek dan segmen, dilanjutkan dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat proyek, MWR metode modular sebesar 2,737%, lebih rendah dibandingkan konvensional sebesar 2,879%. Sebaliknya, pada tingkat segmen, MWR modular mencapai 10,795%, lebih tinggi daripada konvensional sebesar 8,137%. Perbedaan ini mencerminkan pengaruh skala kebutuhan dan sistem pengadaan. Faktor utama yang memengaruhi MWR meliputi karakteristik metode konstruksi, sifat material, dan sistem pengadaan material. Temuan ini memberikan bukti empiris mengenai efisiensi penggunaan material pada konstruksi modular di Indonesia serta menjadi referensi bagi penerapan praktik konstruksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB