digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Salsabila Putri Kalendra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Salsabila Putri Kalendra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Salsabila Putri Kalendra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Salsabila Putri Kalendra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Salsabila Putri Kalendra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Salsabila Putri Kalendra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Salsabila Putri Kalendra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Salsabila Putri Kalendra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Salsabila Putri Kalendra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Program Buruan SAE adalah urban farming berbasis komunitas di Kota Bandung yang melibatkan pemerintah, struktur kewilayahan, kelompok pengelola, masyarakat, dan stakeholder pendukung. Keberhasilannya ditentukan oleh peran, pengaruh, hubungan, dan kolaborasi antaraktor, dimana aspek tersebut masih jarang dikaji penelitian terdahulu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran dan pengaruh stakeholder serta strategi penguatannya pada tiga lokasi (Cibangkong, Pasirkaliki, Cipadung Kidul). Data primer berupa wawancara mendalam dan observasi lapangan, sementara data sekunder berupa dokumen kebijakan dan laporan program yang dianalisis dengan stakeholder analysis (Power–Interest Matrix sebagai alat pemetaannya) dan Social Network Analysis (SNA) untuk struktur hubungannya, dimana collaborative governance sebagai kerangka teoretisnya. Hasil studi menunjukkan stakeholder telah menjalankan perannya yang saling melengkapi: komunitas sebagai pelaksana-pengelola, pemerintah sebagai fasilitator-pembina, struktur kewilayahan sebagai penghubung, dan stakeholder pendukung sebagai penyedia sumber daya. Pola ini konsisten meski struktur jaringan bervariasi tingkat sentralisasinya, dari terpusat satu aktor hingga tersebar dua aktor inti. Kolaborasi umumnya kondusif, tetapi partisipasi strategis, kesesuaian dukungan eksternal, dan pemanfaatan stakeholder pendukung belum merata. Penguatannya perlu disesuaikan per lokasi, secara umum meliputi distribusi fungsi koordinasi, perluasan partisipasi strategis, penyelarasan kebutuhan-dukungan, dan optimalisasi stakeholder pendukung. Kebaruannya pada penggabungan analisis peran-pengaruh dengan SNA di tiga lokasi sekaligus, memperkaya perencanaan wilayah-kota dalam mendistribusikan peran dan sumber daya program komunitas.